Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.

advertisement
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
35
36
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
Daftar Isi
Table of Content
3
3
Daftar Isi
Table of Content
4
4
Ringkasan Data Keuangan
Financial Highlight
5
35
Sambutan Presiden Komisaris
President Commissioner’s Statement
6
36
Laporan Direktur Utama
President Director’s Statement
8
38
Riwayat Singkat
Brief History
9
39
Visi & Misi
Vision & Mission
10
40
Profil Perusahaan dan Rekam Jejak
Perkembangan
Historical Milestone
13
43
Analisa dan Pembahasan Manajemen
Management Review & Analysis
19
49
Tata Kelola Perseroan
Corporate Governance
24
24
Tanggung Jawab & Kegiatan Sosial
Corporate Social Responsibility
26
26
Bagan Struktur Organisasi
Organization Structure Chart
27
27
Riwayat Hidup
Curriculum Vitae
55
55
Laporan Keuangan
Financial Report
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
3
RINGKASAN DATA KEUANGAN
FINANCIAL HIGHLIGHT
Dalam jutaan Rupiah, kecuali yang diberi tanda khusus (*)
Keterangan/Description
Penjualan Bersih
Net Sales
6;:6996<;@<3?B=6.5B;92@@@=206I0.99F:.?821
2010
2009
2008
2007
2006
140,858
132,001
119,581
86,643
61,336
89,775
84,244
78,366
55,631
40,240
Laba Usaha
;0<:2?<:%=2?.A6<;@
5,658
6,829
6,157
4,160
4,039
Laba Bersih
$2A;0<:2
4,199
3,773
2,308
1,743
1,729
100,587
99,937
98,655
95,157
83,127
Jumlah Modal Kerja Bersih
*<A.9$2A-<?86;4.=6A.9
31,428
23,821
16,179
10,857
9,543
Jumlah Kewajiban
*<A.9"6./696A62@
23,362
26,911
29,402
28,213
17,926
Jumlah Ekuitas
*<A.9)5.?25<912?@>B6AF
77,225
73,026
69,253
66,944
65,200
Jumlah Saham Yang Beredar*
$B:/2?<3%BA@A.;16;4)5.?2@
535,080,000
535,080,000
535,080,000
535,080,000
535,080,000
Laba Bersih per Saham*
$B:/2?<3%BA@A.;16;4)5.?2@
7.85
7.05
4.32
3.26
3.23
Rasio Laba Bersih
$2A#.?46;
2.98%
2.86%
1.93%
2.01%
2.82%
Rasio Laba Terhadap Jumlah Aktiva
$2A;0<:2=2?)5.?2
4.17%
3.76%
2.34%
1.83%
2.08%
Rasio Laba Terhadap Ekuitas
Return on Assets
5.44%
5.17%
3.33%
2.60%
2.65%
300.88%
209.00%
164.00%
145.00%
169.00%
Rasio Kewajiban Terhadap Ekuitas
"2C2?.42(.A6<
30.25%
37.00%
43.00%
42.14%
27.00%
Rasio Kewajiban Terhadap Jumlah Aktiva
"6./696A62@A<@@2A@(.A6<
23.23%
27.00%
29.80%
29.65%
22.00%
Laba Kotor
?<@@&?<IA
Jumlah Aktiva
*<A.9@@2A@
Rasio Lancar
B??2;A(.A6<
* = nilai sebenarnya tidak dalam satuan juta
;;B.9(2=<?A
&*&F?61.:.?:.*/8
.0AB.9C.9B2;<A6;:6996<;B;6A
SAMBUTAN PRESIDEN KOMISARIS
Sebuah perusahaan terbuka yang bergerak di bidang usaha kesehatan,
industri farmasi pada khususnya, memiliki dua visi yang bertolak
belakang. Di satu sisi perusahaan diharuskan memperoleh keuntungan
G/<5 A303A/@03A/@<G/ 0/57 >/@/ >3;35/<5 A/6/; A3;3<B/@/ 7BC
bergerak di bidang kesehatan berarti harus memikul tanggung jawab
sosial kepada masyarakat, khususnya bagi para penderita sakit dengan
menjual produk tidak dengan harga tinggi.
PT. Pyridam Farma Tbk yang telah berdiri lebih dari 30 tahun yang
lalu dan tercatat pada Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2001 dapat
menjalankan dua fungsi tersebut di atas dengan baik. Selama 6 tahun
terakhir, laba bersih per saham terus meningkat dari tahun 2005 yang
tercatat senilai Rp. 2,48 per saham hingga angka terakhir pada tahun
2010 senilai Rp. 7,85 per saham yang berarti meningkat 316% selama
periode tersebut. Hal ini menunjukan bahwa Direksi sebagai pengelola
perusahaan terbuka telah bekerja dengan penuh komitmen untuk
memberikan yang terbaik bagi para pemegang saham sesuai dengan
amanahnya. Dalam merealisasi amanat pemegang saham tersebut,
7@39A7 B72/9 ;3</799/< 6/@5/ >@=2C9 23<5/< A3;3</;3</ 5C</
mengejar keuntungan yang besar namun kenaikan harga produk
selalu diputuskan dengan sangat cermat berdasarkan pada berbagai
pertimbangan. Kemampuan daya beli masyarakat dan dampak
psikologis bagi pasien yang membeli produk PT. Pyridam Farma Tbk
;3@C>/9/< 4/9B=@4/9B=@ CB/;/ G/<5 A3:/:C 278/279/< /1C/< 2/:/;
mengambil keputusan penentuan harga jual produk. Perusahaan
;3<G7/A/B7 93<2/:/ 27 /B/A 23<5/< ;3;/A/@9/< >@=2C9>@=2C9 0/@C
yang inovatif dan sedikit pesaing.
Perusahaan memiliki kekuatan tim pemasar yang tangguh dan
tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Perusahaan didukung oleh tiga
perusahaan distribusi nasional dan sejumlah distributor lokal yang
selalu sigap memasok dan menyediakan produk perusahaan untuk
memenuhi permintaan dari Rumah Sakit, Klinik dan Apotik. Fokus pada
produk peresepan menjadi penting pada kondisi saat ini sehingga
konsentrasi Direksi dalam membuat perusahaan tumbuh positif tidak
terpecah.
Pendapatan bersih yang tercatat pada akhir tahun 2010 adalah senilai
(>
/B/C</79A303A/@270/<27<59/<23<5/<
97<3@8/ B/6C< G/<5 6/<G/ 03@8C;:/6 (> #/0/
03@A76(>
(>>3@A/6/;:3076B7<557
2/@7
B/6C<
G/<503@8C;:/6(>(>
>3@A/6/;
Dewan Direksi pada masa yang akan datang akan meminta Direksi untuk
lebih mempererat hubungan dengan para pelanggan dan pemangku
kepentingan lainnya seperti Pemerintah Indonesia. Hubungan
dengan para dokter yang mana merupakan lini pertama dalam
penjualan produk perusahaan harus kian ditingkatkan. Mengurangi
kemungkinan kekecewaan atau keluhan dari dokter harus senantiasa
dilakukan terus menerus tidak hanya oleh tim promosi perusahaan
yang memberikan informasi produk dengan lengkap dan benar, namun
juga oleh perusahaan distribusi, Rumah Sakit, Klinik dan Apotik dalam
meningkatkan ketersediaan produk di pasar dimana pasien dapat
menebus resep yang diperoleh dari dokter tanpa kesulitan dan yang
terakhir tapi tidak kalah pentingnya adalah kualitas produk yang terus
meningkat.
Hubungan dengan Pemerintah Indonesia: Departemen Kesehatan,
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Balai Besar Pengawas
Obat dan Makanan (BBPOM) secara konsisten perlu ditingkatkan.
Informasi awal dari pemangku kepentingan Pemerintah Indonesia
memungkinkan Direksi untuk dapat mengambil keputusan yang lebih
cepat dan akurat.
Karyawan adalah aset perusahaan yang bernilai sangat tinggi. Direksi
27;7<B/ C<BC9 ;3:/9C9/< :/<59/6:/<59/6 G/<5 B3@AB@C9BC@ C<BC9
mengurangi turn over karyawan. Sementara itu, informasi kepada para
investor melalui paparan publik, pengumuman, dan siaran pers perlu
ditingkatkan sehingga investor mendapat informasi yang akurat, tepat
waktu dan jelas.
Persiapan data untuk pendaftaran produk baru harus diantisipasi jauh
hari sebelumnya dan kelengkapannya tidak boleh diragukan. Hambatan
>/2/ 23>/@B3;3<23>/@B3;3< B3@9/7B 6/@CA 2/>/B 271/@79/< A=:CA7
yang tepat sehingga tidak menghambat pertumbuhan perusahaan.
Dewan Komisaris beserta dengan Komite Audit telah menelaah Laporan
Keuangan perusahaan tahun 2010 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Tanubrata Sutanto Fahmi dan Rekan. Laporan Keuangan ini
akan dimintakan persetujuannya kepada para pemilik saham pada
Rapat Umum Pemegang Saham yang direncanakan akan dilaksanakan
pada bulan Mei 2011.
Dewan Komisaris berkeyakinan bahwa hubungan yang terkoordinir
baik antara pemerintah, pelanggan, pemegang saham, karyawan dan
manajemen perusahaan akan menghasilkan prestasi yang gemilang.
Dewan menghaturkan banyak terima kasih kepada mereka yang secara
langsung maupun tidak langsung telah membawa perusahaan ini
menuju masa yang lebih baik.
Jakarta, April 2011
Ir. Sarkri Kosasih
Komisaris Utama
;;B.9(2=<?A
&*&F?61.:.?:.*/8
LAPORAN DIREKTUR UTAMA
Setiap pemegang saham mempunyai ekspektasi kepada Direksi untuk
mengelola perusahaan dengan baik dan memberikan pengembalian
investasi sesuai yang memadai. Direksi pada tahun 2010 telah bekerja
keras guna memberikan hasil yang terbaik bagi pemegang saham, bagi
perusahaan dengan meningkatkan nilainya, bagi para karyawan melalui
peningkatan kesejahteraan dan bagi para pemangku kepentingan
lainnya seperti distributor, bank, dan pelanggan dengan peningkatan
layanan dan penyelesaian kewajiban sesuai yang telah disepakati
bersama.
Kinerja yang baik pada tahun 2010 ditunjukan dari meningkatnya
pendapatan bersih perusahaan menjadi Rp. 140.858.442.443,dibandingkan dengan kinerja tahun 2009 yang berjumlah Rp.
132.000.542.048,- Laba bersih pun meningkat 11,30% menjadi
sebesar Rp. 4.199.202.953,- dibanding tahun 2009 yang berjumlah Rp.
3.772.968.359,-.
Rencana perbaikan fasilitas produksi mengalami keterlambatan
realisasi dikarenakan adanya perubahan personil yang menjabat
posisi Plant Manager pada pertengahan tahun 2010, serta bertambah
ketatnya peraturan CPOB yang terbaru sehingga perlu penelaahan
lebih mendalam. Perbaikan fasilitas ini tidak saja meningkatkan kualitas
fasilitas produksi tetapi juga direncanakan memperluas ruang produksi
sehingga kapasitas produksi dapat ditingkatkan menjadi dua kali lipat.
Hambatan juga ada pada persiapan dokumen untuk registrasi produk
baru maupun registrasi ulang produk-produk yang registrasinya
akan berakhir masa berlakunya. Untuk itu perusahaan berencana
memperkuat lini ini yang merupakan salah satu bagian yang vital bagi
perusahaan dan tidak dapat dipisahkan dari produksi. Akibat hambatan
tersebut di atas maka pada tahun 2010, perusahaan memasarkan
produk baru hanya sejumlah lima buah yaitu :
t
t
t
t
t
,FUPDJELBQMFUTBMVU
5JPMBLBQMFUTBMVU
/PHSFOLBQMFUTBMVU
7JCSBOBULBQMFUTBMVU
1PUFOTJLLBQMFUTBMVU
Penundaan investasi pada fasilitas produksi membuat dana yang
telah disediakan dialihkan untuk membayar hutang bank dan cerukan
sehingga nilainya menurun sebesar 44,30% dari Rp. 15.016.402.815,- di
tahun 2009 menjadi Rp. 8.363.435.181,- pada akhir tahun 2010.
Kenaikan gaji pokok karyawan produksi, kenaikan harga satuan listrik,
dan peningkatan harga bahan baku merupakan faktor yang masih
dapat disiasati untuk tidak terlalu banyak mempengaruhi harga
pokok penjualan, sehingga harga jual produk juga tidak mengalami
6
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
perubahan yang berarti. Perlu dijadikan catatan, bahwa sebagian besar
bahan baku untuk kebutuhan produksi masih harus diimpor dari luar
negeri karena Indonesia masih belum ada pabrik bahan baku obat.
Rasio keuangan seperti Rasio Laba Bersih terhadap jumlah aktiva dan
jumlah ekuitas membaik. Rasio lancar dan kewajiban terhadap jumlah
aktiva dan jumlah ekuitas juga sangat baik. Perusahaan dapat dikatakan
dalam kondisi keuangan yang sehat.
Kombinasi dari peningkatan penjualan bersih, lebih rendahnya beban
bunga akibat penurunan jumlah pinjaman dan relatif stabilnya nilai
tukar valuta asing terhadap rupiah sehingga harga bahan baku dan
pengemas tidak banyak berubah dibanding tahun sebelumnya
membuat kinerja perusahaan membaik. Hal ini ditunjukan dengan
peningkatan laba bersih per saham dari Rp. 7,05 menjadi Rp. 7,85.
Tentunya pencapaian di atas bukan hanya hasil jerih payah Direksi
saja, tetapi juga berkat dukungan semua pihak yang terkait antara
lain pemerintah, pelanggan, pemasok, pemegang saham, karyawan
dan karyawan pada tingkat manajerial perusahaan. Tanpa kerjasama
yang baik antar pihak yang berkepentingan, kinerja perusahaan
tidak akan sebaik yang diraih saat ini. Untuk itu, Direksi mempunyai
komitmen untuk meningkatkan hubungan yang lebih baik lagi dengan
pihak-pihak yang terkait dengan usaha perusahaan sehingga kinerja
perusahaan dapat menjadi lebih baik dan meningkat pesat.
Tata kelola perusahaan yang baik terus diimplementasikan dengan
diadakannya pertemuan secara rutin Dewan Manajemen Resiko
yang bertugas memonitor risiko yang menjadi bagian dari tata kelola
perusahaan oleh Direksi.
Dewan ini juga memantau pelaksanaan operasional perusahaan
selalu berdasarkan pada peraturan Bapepam dan hukum yang
berlaku di Indonesia. Perusahaan sedang merancang Kode Perilaku
(Code of Conduct) yang hingga kini masih dalam tahap persiapan.
Diharapkan pada akhir tahun 2011 atau awal tahun 2012 sudah dapat
diimplementasikan.
Meskipun telah diantisipasi namun ada beberapa faktor eksternal yang
tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan, seperti antara lain:
t )BSHB CBIBO CBLV NJOZBL EBO MJTUSJL ZBOH EJUFOUVLBO PMFI
pemerintah dapat mempengaruhi harga pokok produksi
t /JMBJUVLBSWBMVUBBTJOHNFNQFOHBSVIJIBSHBCFMJCBIBOCBLVZBOH
sebagian besar masih diimpor dari Eropa, China, dan India.
t 1FSBUVSBO QFNFSJOUBI CFSQFOHBSVI QBEB LFCJKBLBO ZBOH UFMBI
dipersiapkan oleh perusahaan, yang mana pada hal-hal tertentu
mengharuskan perusahaan melakukan perubahan-perubahan
dalam target dan pelaksanaan di lapangan.
LAPORAN DIREKTUR UTAMA
/9B=@4/9B=@27/B/A>/2/57:7@/<<G//9/<;3;>3<5/@C67>3:/9A/<//<
kebijakan yang sudah dirancang dan dicanangkan, sehingga Direksi
perlu mengadakan koreksi dan penyesuaian seperlunya pada saat yang
dianggap sesuai.
Pelayanan sosial bagi masyarakat masih berjalan dengan baik. Bantuan
=0/B=0/B/<2703@79/<93>/2/9:7<7993A36/B/<A3@B/5@C>A=A7/:G/<5
melaksanakan pengobatan gratis bagi masyarakat yang tidak mampu
membeli obat. Hewan kurban pada perayaan Idul Qurban diberikan
kepada pemuka agama setempat untuk dibagikan kepada masyarakat.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang terkait sehingga Direksi dapat mengelola perusahaan
EFOHBOCBJL/BNVOQFSNPIPOBONBBGUFUBQLBNJTBNQBJLBOBQBCJMB
/2/ 6/:6/: :/7< G/<5 03:C; 07A/ 271/>/7 =:36 >3@CA/6//< C<BC9
memenuhi harapan semua pemangku kepentingan.
Salam sejahtera,
Handoko Boedi Soetrisno
Direktur Utama
;;B.9(2=<?A
&*&F?61.:.?:.*/8
RIWAYAT SINGKAT
15 1ZSJEBN 'BSNB 5CL EJEJSJLBO QBEB UBOHHBM /PWFNCFS
CFSEBTBSLBO "LUB /PUBSJT /P ZBOH EJCVBU PMFI /PUBSJT
Tan Tiong Kie dan disahkan oleh Kementrian Kehakiman
*OEPOFTJB NFMBMVJ 4VSBU ,FQVUVTBO /P :" UFSUBOHHBM Maret 1977 dengan nama PT. Pyridam. Pengesahan pendirian
151ZSJEBNUFMBIEJVNVNLBOEBMBN#FSJUB/FHBSB3FQVCMJL*OEPOFTJB
/P4VQMFNFO/PUFSUBOHHBM%FTFNCFS
Perseroan dibentuk oleh para pendiri dengan tujuan utama untuk
memproduksi dan memasarkan produk veteriner.
Pada tahun 1985 Perseroan mulai memproduksi produk farmasi dan
pada tanggal 1 Februari 1993, PT. Pyridam Veteriner didirikan untuk
8
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
memisahkan kegiatan produksi farmasi dari kegiatan produksi
veteriner.
Kantor Pusat Perseroan berlokasi di:
+BMBO ,FNBOEPSBO 7*** /P +BLBSUB TFEBOHLBO GBTJMJUBT
produksi Perseroan di Jl. Hanjawar, Pacet, Cianjur, Jawa Barat.
Fasilitas produksi Perseroan seperti disebutkan diatas, dibangun pada
tahun 1995 dan mulai dioperasikan pada tahun 2001.
VISI & MISI
VISI
MISI
Menjadi perusahaan farmasi yang dikenal dan terpandang di pasar
nasional, regional dan internasional karena terpercaya dan handal
dalam kualitas, inovasi dan pelayanan.
Melayani masyarakat nasional, regional dan internasional dengan
produk inovatif dan berkualitas untuk meraih kualitas hidup sehat yang
lebih baik.
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
9
PROFIL PERSEROAN &
REKAM JEJAK PERKEMBANGAN
1976
*S4BSLSJ,PTBTJINFOEJSJLBO151ZSJEBNQBEBUBOHHBM/PQFNCFS
Kegiatan awal yang menjadi tulang punggung perseroan adalah
memproduksi dan memasarkan obat-obatan untuk hewan, dimana
pemasarannya dilakukan melalui para agen penjualan yang tersebar di
kota-kota besar Indonesia. Usaha ini berhasil dan berkembang pesat.
1985
PT. Pyridam melakukan diversifikasi sebagai langkah pengembangan
dengan memproduksi dan mengembangkan obat-obatan untuk
manusia. Dalam kurun waktu yang sama PT. Pyridam juga memperoleh
kepercayaan beberapa perseroan luar negeri untuk memasarkan
produk alat kesehatan khususnya untuk sektor laboratorium.
Catatan:
t *S 4BSLSJ ,PTBTJI KVHB NFOKBCBU TFCBHBJ ,PNJTBSJT 6UBNB
perseroan;
t 3BOJ5KBOESBKVHBNFOKBCBUTFCBHBJ,PNJTBSJTQFSTFSPBO
t ,FQFNJMJLBO TBIBN NBTZBSBLBU JOEJWJEVBM NBTJOHNBTJOH
dibawah 5%.
2005
1993
PT. Pyridam Veteriner didirikan untuk berkonsentrasi pada usaha obatobatan hewan. Sementara, PT. Pyridam berkonsentrasi pada obatobatan manusia dan peralatan laboratorium.
PT. Pyridam Farma, Tbk. memperoleh sertifikat ISO 9001:2000 melalui SGS
untuk semua sektor usaha. Dengan demikian, organisasi dan kegiatan
perseroan telah sesuai dengan standar internasional.
2006
2001
PT. Pyridam mengoperasikan pabrik baru yang berlokasi di Pacet,
Cianjur. Pada tahun yang sama, PT. Pyridam menyelesaikan Initial Public
0òFSJOH*10 BUBT TBIBN CJBTB EBO UFSDBUBU QBEB #VSTB
&GFL+BLBSUB/BNB1FSTFSPBOLFNVEJBOCFSVCBINFOKBEJ151ZSJEBN
Farma, Tbk. Pada awalnya, struktur kepemilikan saham perseroan
adalah seperti pada tabel dibawah ini:
2002
Pada tahun 2002, Perseroan memberikan dividen dalam bentuk saham
secara proporsional sesuai persentasi kepemilikan saham.
Sejak pemberian dividen dalam bentuk saham pada tahun 2002 dan
sampai dengan saat ini, susunan kepemilikan saham mengalami
perubahan seperti pada tabel berikut:
10
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
PT. Pyridam Farma, Tbk. mulai mengembangkan penjualan ekspor. Filipina
menjadi sasaran ekspor pertama dikarenakan pasarnya yang belum jenuh.
Perjanjian dengan perseroan distributor utama di Filipina kemudian
ditandatangani. PT. Pyridam Farma, Tbk. meningkatkan investasi untuk
menambah kapasitas produksi minuman berenergi dalam bentuk bubuk
dan produk-produk lain yang akan datang.
Perjanjian dengan beberapa distributor lokal yang mempunyai area
pemasaran terbatas berdasarkan provinsi, juga disetujui untuk lebih
mengembangkan pemasaran dan penetrasi pasar, diantaranya:
t 15.BUBLBS,FOEBSJEJ,FOEBSJVOUVL4VMBXFTJ5FOHHBSB
t 15%XJ1VUSB.FEJLBJOEPEJ1BMVVOUVL4VMBXFTJ5FOHBI
t 15*OEPNBSUB1SJNBUBNBEJ1POUJBOBLVOUVL,BMJNBOUBO#BSBU
t 156UBNB#JOB'BSNBEJ1POUJBOBLVOUVL,BMJNBOUBO#BSBU
t 15(MPCBM.JUSB1SJNBEJ.FEBOVOUVL4VNBUFSB6UBSB
t 15#JOBQVSB)VTBEB+BZBEJ+BZBQVSBVOUVL1BQVB
Dengan penambahan distributor-distributor diatas, maka Perseroan
mempunyai 2 distributor nasional dan 16 distributor lokal.
2007
Pada tahun 2007, sebanyak tujuh (7) distributor lokal baru ditunjuk untuk
daerah-daerah Jambi, Batam, Jakarta, Bandung, Manado, Bali dan Kendari.
PROFIL PERSEROAN &
REKAM JEJAK PERKEMBANGAN
2008
PT. Pyridam Farma Tbk. kembali menunjuk tiga (3) distributor lokal untuk
memperkuat daya penetrasi pasar, masing-masing untuk daerah BangkaBelitung, Palu dan Batam.
Dengan penunjukan sepuluh (10) distributor lokal yang baru pada tahun
2007 dan 2008, maka jumlah distributor lokal secara keseluruhan menjadi
dua puluh enam (26) distributor.
2009
Perusahaan menunjuk dua (2) lagi distributor lokal untuk daerah Pangkal
1JOBOH EBO /VTB 5FOHHBSB #BSBU 1BEB UBIVO 1FSTFSPBO KVHB
menghentikan kerja-sama dengan dua (2) distributor lokal yang tidak
mencapai taget penjualan dan berpotensi bermasalah dalam pembayaran
2010
Perusahaan telah menunjuk dua (2) distributor lokal baru untuk daerah
Kendari dan Ambon. Dalam tahun yang sama perseroan juga telah
menghentikan kerja-sama dengan empat (4) distributor lokal untuk daerahdaerah Kendari, Pontianak, Pangkal Pinang dan Bangka-Belitung yang
UJEBL NFODBQBJ UBHFU QFOKVBMBO EBOBUBV CFSQPUFOTJ CFSNBTBMBI EBMBN
pembayaran. Penunjukan distributor pengganti untuk daerah-daerah
Pontianak, Pangkal Pinang dan Bangka-Belitung akan segera menyusul.
SUMBER DAYA MANUSIA
Perseroan memiliki jumlah karyawan tetap sebanyak 707 orang per 31
Desember 2010. Perseroan memberikan pelatihan baik secara internal
maupun eksternal dalam rangka meningkatkan kompetensi para
karyawan. Adapun pelatihan yang diberikan seperti product knowledge,
salesmanship, supervisory skill dan leadership skill.
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
11
12
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
ANALISA & PEMBAHASAN MANAJEMEN
PERUSAHAAN DAN KEGIATAN USAHA
PT Pyridam Farma Tbk mempunyai komitmen untuk meningkatkan
derajat kesehatan dan kualitas kehidupan setiap orang. Komitmen
tersebut ditunjukan dengan memproduksi dan memasarkan produkproduk yang dibutuhkan oleh orang banyak dan jenisnya sangat
beragam mulai dari antibiotik hingga vitamin untuk memelihara
kesehatan.
Produk-produk yang dihasilkan diproduksi sesuai dengan persyaratan
Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan persyaratan lainnya yang
ditentukan oleh Badan Pengawas Makanan dan Minuman (BPOM)
serta pedoman-pedoman perseroan. Setiap tahapan produksi melalui
pengawasan yang ketat dan dilaksanakan oleh staf yang telah dilatih
secara intensif serta ahli di bidangnya.
Peraturan yang konsisten dilaksanakan, keahlian dan komitmen dari
karyawan produksi dan pengendali mutu kami menghasilkan produk
yang senantiasa bermutu tinggi bagi pelanggan dan pasien kami.
Perseroan memotivasi setiap karyawan untuk berbuat dan meraih
kesuksesan pada jabatan yang dipegangnya, baik di departemen
produksi, operasional maupun pemasaran. Setiap karyawan diharapkan
dapat melakukan tugasnya dengan penuh keleluasaan namun masih
dalam koridor peraturan perseroan yang ada. Kreatifitas setiap individu
sangat dihargai.
Pada tahun 2010 yang lalu, SGS United Kingdom Ltd melakukan
assessment dan menganugerahkan sertifikat ISO9001-2008 kepada
PT Pyridam Farma Tbk. Ini menunjukan bahwa perseroan memiliki
komitmen yang tinggi untuk mempertahankan dan meningkatkan
pedoman kerja serta secara konsisten melaksanakannya sesuai yang
berlaku di dunia internasional. Sertifikasi ini merupakan peningkatan
dari sertifikasi ISO9001-2000 yang telah diperoleh oleh perseroan sejak
tahun 2005.
Secara lebih mendetil, dapat disampaikan uraian dan bahasan
sebagaimana tertulis berikut ini
RINGKASAN OPERASIONAL
Pada tahun 2010, perseroan membukukan pendapatan bersih senilai
Rp. 140.858.442.443,- yang berarti meningkat 6,71% dibandingkan
tahun 2009 yang tercatat hanya Rp. 132.000.542.048,- Pendapatan
bersih ini diperoleh dari penjualan produk farmasi obat-obatan
untuk pasar domestik dan ekspor, serta produk alat kesehatan yang
banyak dipergunakan oleh laboratorium independen maupun rumah
sakit. Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu akibat
terhambatnya rencana pemasaran beberapa produk baru yang
berpotensi.
Tahun lalu, perseroan hanya berhasil memperkenalkan 5 produk baru
yaitu:
t ,FUPDJELBQMFUTBMVU
obat untuk pemenuhan kebutuhan asam amino dan
pemeliharaan kesehatan;
t 5JPMBLBQMFUTBMVU
adalah suplemen makanan untuk penderita diabetes mellitus;
t /PHSFOLBQMFUTBMVU
obat untuk sakit kepala sebelah akibat migraine dan juga
migraine saat menstruasi - migraine dengan tingkat ringan
sampai sedang;
t 1PUFOTJLLBQMFUTBMVU
obat untuk meringankan rasa nyeri sedang sampai berat,
terutama nyeri kolik, dan nyeri setelah operasi, dikombinasikan
dengan tranquilizer.
t 7JCSBOBULBQMFUTBMVU
obat untuk berbagai macam infeksi seperti:
- Infeksi saluran nafas atas: tonsillitis, sinusitis, otitis media;
- Infeksi saluran nafas bawah: bronchitis akut dan kronis, lobar
dan bronkopneumonia;
- Infeksi saluran urogenital: uretritis, sistitis, pielonefritis;
- Infeksi kulit dan jaringan lunak: abses, boils, selulitis, luka
yang terinfeksi;
- Infeksi tulang dan sendi: osteomielitis;
- Infeksi gigi: abses dentoalveolar;
- Infeksi lain: sepsis pada abortus, sepsis puerperalis, sepsis
intra abnormal.
Perseroan sebenarnya mengharapkan mulai memasarkan beberapa
produk dalam bentuk injeksi pada tahun lalu, namun belum disetujuinya
nomor registrasi produk tersebut oleh BPOM dan persiapan produksi
yang perlu waktu sebelum pemasaran pertama membuat pemasaran
produk-produk ini terlambat dilaksanakan. Direncanakan, beberapa
produk injeksi akan mulai dipasarkan pada kuartal II tahun 2011.
Sehubungan tidak dimilikinya fasilitas produksi injeksi oleh perseroan,
maka produksinya dilakukan oleh perseroan farmasi lain dengan sistim
maklon. Perseroan telah melakukan investigasi dan audit atas fasilitas
perseroan farmasi yang menerima jasa maklon tersebut dengan
seksama dan telah yakin bahwa produk yang dihasilkan akan memenuhi
standar kualitas yang telah ditentukan oleh perseroan.
Beberapa produk yang direncanakan diproduksi sendiri oleh PT
Pyridam Farma Tbk juga terhambat akibat keluar masuknya karyawan
dan manajer Riset dan Pengembangan. Perseroan hingga kini masih
menyeleksi kandidat yang memenuhi persyaratan dan kapabilitas
untuk mengisi posisi di departemen Riset dan Pengembangan.
Rencana perseroan untuk memperbaiki dan meningkatkan kapasitas
fasilitas produksi juga belum dapat dilaksanakan akibat rumitnya
QFSTZBSBUBO GBTJMJUBT QSPEVLTJ ZBOH BEB /BNVO EFNJLJBO QFSTFSPBO
berkeyakinan bahwa perbaikan dan peningkatan kapasitas fasilitas
produksi akan dapat dimulai pada tahun 2011.
Dampak dari tertundanya rencana investasi pada fasilitas produksi
membuat arus kas perseroan sangat likuid. Oleh sebab itu, kelebihan
dana dari hasil pendapatan bersih perseroan dipakai untuk melunasi
sebagian hutang pada bank. Hal ini dapat tercermin pada laporan
keuangan tahun 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
BDO Tanubrata Sutanto Fahmi dan Rekan dimana terjadi penurunan
hutang pada bank dan cerukan sebesar Rp. 6.652.967.634,- atau 44,30%
dari nilai pada akhir tahun 2009. Pada akhir tahun 2010 hutang pada
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
13
ANALISA & PEMBAHASAN MANAJEMEN
bank dan cerukan yang tercatat oleh perseroan adalah senilai Rp.
8.363.435.181,-
RINGKASAN KEUANGAN
Beberapa angka keuangan yang penting dapat kami sajikan seperti
berikut:
t 1FOKVBMBOCFSTJITFCFTBS
Rp. 140.858.442.443,t -BCBVTBIBTFCFTBS
Rp. 5.657.996.969,t -BCBTFCFMVNQBKBLTFCFTBS
Rp. 5.637.776.555,t -BCBCFSTJITFUFMBIQBKBLTFCFTBS
Rp. 4.199.202.953,Laba bersih tersebut di atas meningkat 11,30% dibandingkan dengan
angka tahun 2010.
Seluruh divisi penjualan yang dimiliki perseroan, kecuali divisi maklon
mengalami pertumbuhan positif. Penurunan pendapatan maklon
diakibatkan oleh masih kurang baiknya pasar minuman isotonic yang
diproduksi oleh perseroan untuk pemegang merk. Adapun prosentasi
kontribusi setiap divisi terhadap pendapatan perseroan adalah sebagai
yang digambarkan pada kedua grafik berikut:
penetrasi pasar yang lebih luas membuat perseroan secara konsisten
melakukan perekrutan dan pelatihan medical representative baru
secara berkala. Tahun 2010 perekrutan dan pelatihan dilaksanakan tiga
kali yaitu pada bulan Pebruari, Juni dan Oktober.
Perseroan percaya bahwa sistim komputerisasi yang handal dapat
membuat kinerja perseroan meningkat akibat diperolehnya data dan
informasi yang akurat dan tepat waktu.
Untuk pemenuhan kebutuhan tersebut, investasi peralatan dan sistim
komputer baru (server) senilai Rp. 1,2 milyar dilakukan oleh perseroan.
Peningkatan kapabilitas komputer yang sudah ada (upgrading)
dilakukan sesuai dengan kebutuhan.
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, secara kesuluruhan
perseroan telah mengalami pertumbuhan, dimana divisi farmasi adalah
penyumbang pertumbuhan terbesar. Berikut ini kami sajikan ringkasan
data-data pertumbuhan dimaksud:
Penjualan bersih produk farmasi dan jasa maklon telah menyumbangkan
pertumbuhan sebesar 6,6% dari Rp. 128.352.056.262,- pada tahun 2009
menjadi Rp. 136.869.582.630,- pada tahun 2010. Pada sisi laba usaha,
pertumbuhan menunjukan angka yang negatif sebesar (22,9%), dari
Rp. 6.293.758.068 pada tahun 2009 menjadi hanya Rp. 4.855.106.349,pada tahun 2010. Pertumbuhan negatif tersebut disebabkan oleh
meningkatnya beban administrasi umum.
Sedangkan penjualan bersih produk alat kesehatan membukukan
pertumbuhan dengan angka positif sebesar 9,3% dari semula sejumlah
Rp. 3.648.485.786,- pada tahun 2009 menjadi Rp. 3.988.859.813,- pada
tahun 2010. Pada sisi laba usaha diperoleh angka pertumbuhan yang
cukup signifikan, yakni 50%, dimana pada tahun 2010 telah diperoleh
laba usaha sebesar Rp. 802. 890.620,- yang sebelumnya pada tahun
2009 laba usaha yang diperoleh hanya sebesar Rp. 535.143.727,-.
PANDANGAN KEDEPAN
Beberapa program prioritas yang dicatat oleh Direksi untuk segera
dilaksanakan adalah:
t 1FSCBJLBOGBTJMJUBTQSPEVLTJEBOQFOJOHLBUBOLBQBTJUBTQSPEVLTJ
t 3FLSVUNFOUJN3JTFUEBO1FOHFNCBOHBOZBOHIBOEBM
t 1FOJOHLBUBO BOHLB QFOKVBMBO NFOKBEJ EJ BUBT 3Q NJMZBS QFS
tahun
KINERJA OPERASIONAL
Perseroan pada tahun 2010 melakukan perbaikan-perbaikan dalam
bidang renumerasi khususnya bagi tim promosi.
Hal ini dilakukan selain untuk merangsang kinerja yang lebih baik juga
untuk mengurangi turnover karyawan di divisi pemasaran. Tingginya
turnover dan meningkatnya kebutuhan medical representative guna
14
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
Selain program prioritas di atas, manajemen perseroan akan terus
meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja setiap jajaran karyawan.
Melakukan perbaikan-perbaikan fasilitas kerja, norma kerja, serta sistim
penilaian karyawan. Perseroan akan memakai jasa konsultan yang
ahli dalam bidang sumber daya manusia untuk membantu perseroan
dalam membentuk penentuan target kerja, sistim penilaian kinerja
dan memotivasi setiap karyawan untuk berbuat lebih baik untuk
pencapaian karir pribadi maupun perseroan.
ANALISA & PEMBAHASAN MANAJEMEN
TATA KELOLA PERSEROAN YANG BAIK
Keanggotaan Komite Manajeman Resiko:
PT. Pyridam Farma Tbk. telah memastikan dalam mengintegrasikan tata
kelola perseroan yang baik dan bertanggung jawab atas pengelolaan
Perseroan, termasuk juga pengangkatan Komisaris dan Direktur
Independen.
Direksi
Direksi mempunyai fungsi pengawasan penuh atas kegiatan
operasional. Fungsi dan tanggung-jawab Direksi mencakup:
t .FNCFSJLBO BSBIBO EBO QFSJOUBI TUSBUFHJT LFQBEB KBKBSBO
dibawahnya;
t .FNBTUJLBO BEBOZB TUBOEBS QSPTFEVS LFSKB VOUVL NFOKBHB BTFU
dan reputasi Perseroan;
t .FOHBXBTJ EBO NFOJOKBV VMBOH QFMBLTBOBBO LFCJKBLBO TUSBUFHJ
dan rencana Perseroan;
t .FNBTUJLBO CBIXB 1FSTFSPBO CFSPQFSBTJ TFTVBJ EFOHBO
perundangan dan peraturan.
Direksi mempunyai kewenangan untuk mengakses informasi, catatan,
dokumentasi dan aset Perseroan serta mendapatkan laporan lengkap
mengenai seluruh kegiatan operasional Perseroan sebagai dasar
pengambilan keputusan yang tepat.
Sekretaris Perseroan mempunyai tugas untuk memberikan informasi
kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya
secara aktual dalam rangka penegakan keterbukaan Perseroan.
Kelestarian lingkungan dan keselamatan kerja
Perseroan senantiasa berupaya untuk melaksanakan ketetapan yang
diberlakukan oleh Pemerintah, baik pada tingkat pusat maupun
daerah; diantaranya yang mengatur pembuangan limbah, baik padat,
cair ataupun yang berbentuk gas.
Perseroan juga menjaga keselamatan dan kesehatan kerja dengan ketat
sesuai undang-undang keselamatan dan kesehatan kerja.
Pelestarian lingkungan dengan penghijauan adalah salah satu prioritas
kerja Perseroan.
Pemeriksaan kesehatan seluruh karyawan dilaksanakan secara berkala
dan terus menerus untuk memastikan tidak adanya sumber kontaminasi
produk yang berasal dari karyawan.
ANALISA KEUANGAN
Auditor Internal
Auditor Internal mempunyai seorang pimpinan dan dua orang
anggota dengan tugas membantu Direktur Utama dalam upaya untuk
memastikan bahwa semua prosedur operasional dilaksanakan dan
IBSUBBTFU1FSTFSPBOUFSKBHBLFVUVIBOOZB
Auditor Internal bekerja penuh waktu dan berkoordinasi dengan Komite
Audit. Dalam koordinasi tersebut, Komite Audit memberikan evaluasi
dan masukan atas hasil kerja Audit Internal melalui rapat koordinasi
setidaknya setiap triwulan.
Keanggotaan Auditor Internal:
Komite Manajemen Resiko
Direksi telah membentuk Komite Manajemen Resiko dengan tugas
utamanya untuk membantu Direksi dengan memberikan sumbang
saran melalui analisa yang mendalam tentang resiko yang mungkin
timbul pada setiap jenjang dan tingkatan organisasi Perseroan dan saran
untuk meminimalisir dampak yang dapat timbul akibat resiko tersebut.
Analisa dan sumbang saran Komite Manajemen Resiko mempunyai
peranan penting, terutama sebelum pengambilan keputusan.
t 1FOKVBMBO#FSTJI
Selama tahun buku 2010 penjualan bersih perseroan mencapai
Rp. 140,86 milyar atau naik sebesar 6,71% dari tahun 2009 yang
mencapai Rp. 132,00 milyar. Kenaikan penjualan ditunjang oleh
kenaikan penjualan pada sektor farmasi dan maklon sebesar 7,13%,
alat kesehatan sebesar 9,33% dan ekspor sebesar 82,83%.
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
15
ANALISA & PEMBAHASAN MANAJEMEN
t -BCB6TBIB
Laba usaha tahun 2010 mencapai Rp. 5,66 milyar, turun 17,15% dari
tahun 2009 yg mencapai Rp. 6,83 milyar.
t #FCBO6TBIB
Pada tahun 2010 beban usaha mencapai Rp. 84,12 milyar naik
sebesar 8,66% dari tahun 2009 sebesar Rp. 77,41 milyar.
t "LUJWB
Per 31 Desember 2010 jumlah aktiva perseroan adalah sebesar Rp.
100,56 milyar, naik sebesar 0,65% dibandingkan per tanggal 31
Desember 2009 sebesar Rp. 99,94 milyar. Aktiva lancar meningkat
sebesar 3,48% dari tahun 2009 sebesar Rp. 45,49 milyar menjadi
Rp, 47,07 milyar pada tahun 2010. Sedangkan aktiva tidak lancar
mengalami penurunan sebesar 1,71% dari Rp.54,45 milyar pada
tahun 2009 menjadi Rp. 53,51 milyar pada tahun 2010.
t ,FXBKJCBO
Per 31 Desember 2010 jumlah kewajiban mencapai Rp. 23,36
milyar atau mengalami penurunan sebesar 13,19% dibandingkan
per 31 Desember 2009 sebesar Rp. 26,91 milyar. Kewajiban lancar
sebesar Rp. 15,65 milyar pada tahun 2010, turun sebesar 27,80%
dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp. 21,67 milyar. Sedangkan
kewajiban tidak lancar pada tahun 2010 sebesar Rp. 7,72 milyar, naik
47,21% dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp. 5,24 milyar.
t -BCB#FSTJI
Laba bersih perseroan untuk tahun 2010 mencapai Rp. 4,20 milyar
atau meningkat sebesar 11,30% dari tahun 2009 sebesar Rp. 3,77
milyar.
t &LVJTJUBT
Ekuitas perseroan pada akhir tahun 2010 meningkat 5,75% menjadi
Rp. 77,23 milyar dari tahun 2009 yg mencapai Rp. 73,03 milyar. Saldo
laba ditahan pada tahun 2010 sebesar Rp. 21,65 milyar, naik 24,06%
dari tahun 2009 sebesar Rp. 17,45 milyar.
t -JLVJEJUBTEBO4USVLUVS1FSNPEBMBO
Perseroan memegang prinsip kehati-hatian guna menjaga tingkat
likuiditas. Sumber utama likuiditas perseroan adalah dana tunai
yang dihasilkan dari kegiatan operasional. Perseroan berpendapat
aliran dana tunai yang dihasilkan secara internal memadai untuk
mendukung kebutuhan dana operasional, belanja modal dan
pembayaran hutang. Jika kebutuhan pengeluaran modal cukup
besar dan tidak dapat dipenuhi secara internal, maka perseroan
dapat mencari sumber pembiayaan eksternal terutama dari fasilitas
perbankan. Selama tahun 2010 perseroan memperoleh fasilitas
QFSCBOLBOEBSJCFCFSBQBCBOLTFQFSUJ#BOL$FOUSBM"TJB0$#$/*41
dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd. Jakarta
Per akhir tahun 2010 rasio kewajiban terhadap ekuitas sebesar
30,25%, membaik dibandingkan per akhir tahun 2009 sebesar
37,00%. Demikian juga dengan rasio kewajiban terhadap aset
membaik dari 27,00% pada akhir tahun 2009 menjadi 23,23% pada
akhir tahun 2010.
16
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
ANALISA & PEMBAHASAN MANAJEMEN
KOLEKTIBILITAS PIUTANG USAHA
Perseroan berkeyakinan seluruh piutang dapat ditagih dan penyisihan
piutang ragu-ragu sebesar Rp. 65,46 juta cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha. Per
akhir tahun 2010 tidak ada piutang usaha kepada pihak yang memiliki
hubungan istimewa.
INVESTASI BARANG MODAL
TRANSAKSI MATERIAL DAN BENTURAN
KEPENTINGAN
Selama tahun 2010 tidak ada transaksi material dan benturan
kepentingan yang dilakukan.
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL
LAPORAN
Tidak ada kejadian penting setelah tanggal laporan.
Selama tahun 2010 nilai investasi barang modal perseroan mencapai Rp.
2,98 milyar. Investasi tersebut adalah untuk peningkatan dan perbaikan
fasilitas produksi, penambahan infrastruktur teknologi informasi dan
perlengkapan kantor lainnya.
DIVESTASI, AKUISISI, RESTRUKTURISASI
HUTANG / MODAL
Selama tahun 2010 perseroan tidak melakukan aktifitas seperti
EJWFTUBTJBLVJTJTJSFTUSVLUVSJTBTJIVUBOHNPEBM
KEBIJAKAN DIVIDEN
Selama tahun buku 2010 perseroan tidak membagikan dividen. Laba
yang diperoleh pada tahun buku tersebut diakumulasikan ke dalam laba
yang ditahan, sehubungan adanya kebutuhan investasi peningkatan
dan pengembangan fasilitas produksi disamping pemenuhan program
CPOB yang terus berjalan dari tahun ke tahun sesuai kebijakan
pemerintah, khususnya Badan POM (BPOM).
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
17
18
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
TATA KELOLA PERSEROAN
Perseroan memiliki tiga orang Direksi yang mana salah satu diantaranya
adalah Direktur yang tidak terafiliasi yaitu Direktur Marketing. Direktur
Utama berfungsi sebagai pemimpin Perseroan. Direktur Utama bersama
dengan direksi lainnya bertanggung jawab mengelola perseroan sesuai
dengan strategi yang telah ditetapkan dalam rangka mencapai Visi dan
Misi Perseroan. Direksi berkewajiban untuk berkonsultasi dengan Dewan
Komisaris sebelum mengambil keputusan strategis seperti antara lain:
meminjam dana, menjual aset perseroan dan membayar dividen dan
bonus. Pengangkatan dan pemberhentian anggota direksi perseroan tetap
dilakukan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
TFTVBJ66/P5BIVOUFOUBOH1FSTFSPBO5FSCBUBT
Direktur Marketing perseroan bertanggung-jawab atas strategi penjualan
dan memonitor pelaksanaannya. Direktur Marketing mempunyai
kewajiban mencapai target penjualan, khususnya pada pangsa pasar
peresepan dengan budget promosi yang telah ditentukan oleh Direksi. Di
lain pihak, Direktur Marketing juga mempunyai tugas dalam manajemen
produk, termasuk di dalamnya memberi masukan kepada divisi Riset dan
Pengembangan atas produk baru yang menjanjikan untuk dipasarkan.
Direktur Produksi dijabat rangkap oleh Direktur Utama. Dalam pelaksanaan
harian, Direktur Utama dibantu oleh seorang Deputi Direktur Produksi.
Tanggung jawab intinya adalah menyediakan produk yang bermutu sesuai
dengan kebutuhan tim pemasaran.
Direktur Keuangan dan Administrasi mengelola departemen-departemen
pendukung lainnya, antara lain: Personalia, Keuangan, Akunting, IT, Umum,
dan Pembelian. Fungsinya sangat strategis karena bila ada gangguan dalam
salah satu departemen, maka seluruh roda Perseroan akan terpengaruh.
Tingkat kehadiran Direksi selaku Dewan Eksekutif yang bertanggung
jawab dan pelaksana operasional Perseroan adalah 100%, yang berarti
Anggota Direksi hadir setiap hari kecuali bila berhalangan atau berdinas
luar (baik dalam ataupun luar negeri). Prosedur penetapan dan besarnya
remunerasi anggota direksi ditentukan oleh Dewan Komisaris. Selama
tahun 2010 Direksi telah mengikuti beberapa pelatihan eksternal seperti
leadership dan seminar-seminar untuk meningkatkan kompetensi.
Pertemuan Direksi dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan. Pada
tahun 2010, pertemuan dilaksanakan sejumlah 4 kali dengan kehadiran
penuh para anggotanya.
Dewan Komisaris bertanggungjawab kepada pemegang saham, baik
pemegang saham mayoritas maupun minoritas. Remunerasi untuk
anggota Dewan Komisaris ditetapkan melalui penetapan yang umum
berlaku pada perseroan sejenis dan atas persetujuan antara perseroan,
yang diwakili oleh pemegang saham mayoritas, dan anggota Dewan
Komisaris yang bersangkutan.
Dewan Komisaris dengan 3 Komisaris anggotanya hadir setiap hari
terkecuali berhalangan atau berdinas luar (baik dalam negeri maupun
luar negeri). Dalam Tahun 2010 Dewan Komisaris telah mengadakan
pertemuan sebanyak 3 kali dengan kehadiran penuh para anggotanya.
Selaras dengan azas Tata Kelola Perseroan Yang Baik (Good Corporate
Governance atau disingkat GCG), keberadaan Komisaris Independen
adalah mutlak diperlukan dalam rangka menunjang keberhasilan
pelaksanaan GCG.
Perseroan memiliki seorang Komisaris Independen dan dengan
demikian komposisi Komisaris Independen adalah 33% dalam Dewan
Komisaris. Dalam pelaksanaan tugasnya Dewan Komisaris dibantu
oleh Komite Audit yang keanggotaannya terdiri dari 3 orang dimana
Komisaris Independen duduk sebagai Ketua Komite Audit dengan 2
orang anggota yang membantunya.
TATA KELOLA PERSEROAN YANG BAIK
Tata Kelola Perseroan Yang Baik (Good Corporate Governance atau
disingkat GCG) adalah suatu proses dan struktur yang digunakan
oleh perseroan guna memberikan nilai tambah bagi perseroan secara
berkesinambungan dalam jangka panjang bagi Pemegang saham
dengan memperhatikan Stakeholders lainnya, berlandaskan peraturan,
perundangan dan norma yang berlaku.
Setiap perseroan wajib memastikan bahwa azas GCG diterapkan pada
semua jajaran dan pada setiap jenjang dalam organisasi perseroan.
"[BT(PPE$PSQPSBUF(PWFSOBODF($(
BEBMBI
1. Transparansi (Transparency)
2. Akuntabilitas (Accountability)
3. Responsibilitas (Responsibiity)
4. Independensi (Independency)
5. Kewajaran dan kesetaraan (Fairness)
1SJOTJQEBTBSEBO1FEPNBO1PLPL1FMBLTBOBBOEBSJB[BT($(
Dewan Komisaris selaku Pengawas adalah bagian yang tak terpisahkan
dalam struktur kepengurusan Perseroan, selain Direksi yang merupakan
Eksekutif. Dewan Komisaris mempunyai 3 orang anggota, yakni seorang
Komisaris Utama, seorang Komisaris dan seorang Komisaris Independen.
Tugas Dewan Komisaris dalam tata kelola perseroan meliputi pengawasan
pengambilan kebijaksanaan dalam pengelolaan perseroan dan
pelaksanaannya agar sesuai dengan Visi dan Misi perseroan dan sesuai
dengan perundang-undangan yang berlaku dan juga memberikan
konsultasi dan persetujuan kepada Direksi yang dipimpin oleh Direktur
Utama sebelum pengambilan keputusan strategis, antara lain untuk
melakukan pinjaman dan penjualan aset perseroan serta pembagian
dividen dan bonus.
1. Tranparansi
Prinsip dasar:
Untuk menjaga obyektifitas dalam menjalankan bisnis, perseroan
wajib menyediakan informasi yang material dan relevan dengan cara
yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku kepentingan.
Perseroan harus mengambil insiatif untuk mengungkapkan tidak
hanya masalah yang disyaratkan oleh peraturan perundangundangan, tetapi juga hal yang penting untuk pengambilan
keputusan oleh pemegang saham, kreditur dan pemangku
kepentingan lainnya.
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
19
TATA KELOLA PERSEROAN
Pedoman Pokok Pelaksanaan:
1. Perseroan harus menyediakan informasi secara tepat waktu,
memadai, jelas, akurat dan dapat diperbandingkan serta mudah
diakses oleh pemangku kepentingan sesuai dengan haknya;
2. Informasi yang harus diungkapkan meliputi, tetapi tidak
terbatas pada visi, misi, sasaran usaha dan strategi perseroan,
kondisi keuangan, susunan dan kompensasi Pengurus,
Pemegang saham pengendali, kepemilikan saham oleh
Anggota Direksi. Demikian halnya dengan kepemilikan saham
oleh Anggota Dewan Komisaris beserta anggota keluarganya
dalam perseroan dan perseroan lainnya. Sistem manajemen
risiko, sistem pengawasan dan pengendalian internal, sistem
dan pelaksanaan GCG serta tingkat kepatuhannya dan kejadian
penting yang dapat mempengaruhi kondisi perseroan juga
penting untuk diungkapkan;
3. Prinsip keterbukaan yang dianut oleh perusahaan tidak
bertentangan dengan ketentuan kerahasiaan perusahaan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan, rahasia jabatan dan
hak pribadi;
4. Kebijakan perusahaan harus tertulis dan secara proporsional
dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan.
"LVOUBCJMJUBT
Prinsip dasar:
Perseroan harus dapat mempertanggung-jawabkan kinerjanya
secara transparan dan wajar. Untuk itu perseroan harus mempunyai
tata-kelola yang benar, terukur dan sesuai kepentingan dengan
tetap memperhitungkan kepentingan Pemegang saham dan
pemangku kepentingan lain. Akuntabilitas merupakan prasyarat
yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang berkesinambungan.
Pedoman Pokok Pelaksanaan:
1. Perseroan harus menetapkan rincian tugas dan tanggung jawab
masing-masing bagian dan semua karyawan secara jelas dan
selaras dengan visi, misi dan nilai-nilai perseroan (corporate
values) serta strategi perseroan;
2. Perseroan harus mayakini, bahwa semua bagian dan semua
karyawan mempunyai kemampuan sesuai dengan tugas,
tanggung jawab dan perannya;
3. Perseroan harus memastikan adanya sistem pengendalian
internal yang effektif dan sistem pengelolaan usaha;
4. Perseroan harus memiliki ukuran kinerja untuk semua jajarannya
yang konsisten dengan sasaran usaha perseroan serta memiliki
sistem penghargaan dan sanksi (reward and punishment
system);
5. Dalam melaksanakan tugas serta tanggung-jawabnya setiap
bagian dari perseroan dan semua karyawan harus berpegang
pada etika bisnis dan pedoman perilaku (coce of conduct).
3FTQPOTJCJMJUBT
Prinsip dasar:
Perseroan harus mematuhi peraturan perundang-undangan
serta melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan
lingkungan sehingga dapat terpelihara kesinambungan usaha
dalam jangka panjang dan dapat pengakuan sebagai good
corporate citizen.
20
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
Pedoman Pokok Pelaksanaan:
1. Semua bagian dari perseroan harus berpegang pada prinsip
kehati-hatian dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan, anggaran dasar dan peraturan
perusahaan milik perseroan;
2. Perseroan harus melaksanakan tanggung jawab sosial dengan
atara lain, peduli terhadap masyarakat dan kelestarian
lingkungan terutama di sekitar perusahaan milik perseroan
dan juga harus membuat perencanaan dan pelaksanaan yang
memadai.
4. Independensi
Prinsip dasar:
Untuk melancarkan pelaksanaan azas GCG, perseroan harus
dikelola secara independen dan masing masing bagian tidak saling
mendominasi serta tidak dapat diintervensi pihak lain.
Pedoman Pokok Pelaksanaan:
1. Masing-masing bagian dari perseroan harus menghindari
terjadinya dominasi oleh pihak manapun, tidak terpengaruhi
oleh kepentingan tertentu, bebas dari benturan kepentingan
(conflict of interest) dan dari segala pengaruh atau tekanan,
sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara
obyektif;
2. Masing-masing bagian harus melaksanakan fungsi dan tugasnya
sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundangVOEBOHBO UJEBL TBMJOH NFOEPNJOBTJ EBOBUBV NFMFNQBS
tanggung jawab antara yang satu dan yang lain.
,FXBKBSBOEBOLFTFUBSBBO
Prinsip dasar:
Perseroan harus senantiasa memperhatikan kepentingan
Pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan
azas kewajaran dan kesetaraan.
Pedoman pokok Pelaksanaan:
1. Perseroan harus memberikan kesempatan kepada pemangku
kepentingan untuk memberikan masukan dan menyampaikan
pendapat bagi kepentingan perseroan serta membuka akses
terhadap informasi sesuai dengan prinsip transparansi dalam
lingkungan kedudukan masing-masing;
2. Perseroan harus memberikan perlakuan yang setara dan wajar
kepada pemangku kepentingan sesuai dengan manfaat dan
kontribusi yang diberikan kepada perseroan;
3. Perseroan harus memberikan kesempatan yang sama dalam
penerimaan karyawan, berkarir dan pelaksanaan tugas secara
profesional tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan,
gender dan kondisi fisik.
TATA KELOLA PERSEROAN
Organ Perseroan di Indonesia yang berperan penting dalam
pelaksanaan GCG:
1. RUPS;
2. Dewan Komisaris: sebagai pengawas dan penasehat dan dalam
pelaksanaan tugasnya dibantu oleh:
2.1. Komite Audit,
2.2. Komite lain-lain;
2.3. Direksi sebagai Dewan Eksekutif.
Adapun fungsi dari Komite Audit dimaksudkan untuk memberikan
rekomendasi dan informasi profesional yang independen kepada
Dewan Komisaris dalam memastikan ketransparansian dan akuntabilitas
pengelolaan keuangan perseroan dan pengimplementasian prinsip
GCG lainnya.
Penyebab kegagalan penerapan prinsip GCG pada perusahaanperusahaan besar di Indonesia, antara lain:
1. Mekanisme kontrol internal yang lemah;
2. Adanya potensi benturan kepentingan;
3. Intervensi Pemegang saham pengendali dalam pengambilan
keputusan Eksekutif perseroan;
'VOHTJQFOHBXBTBO%FXBO,PNJTBSJTZBOHUJEBLLVSBOHFòFLUJG
5. Pengelolaan usaha perseroan yang tidak transparan;
6. Tidak adanya perhatian terhadap kepentingan Stakeholders;
7. Adanya keraguan terhadap independensi Auditor.
GCG
menuntut
Dewan
Komisaris
dan
Direksi
untuk
mengimplementasikan ke-5 prinsip GCG sebagaimana diuraikan
diatas.
Dewan Komisaris dalam pemastian penerapan GCG dibantu oleh:
(A) KOMITE AUDIT DAN AUDITOR INTERNAL
Keberadaan Komite Audit dilandasi oleh tuntutan implementasi GCG,
secara khusus untuk memperkuat Dewan dalam hal akuntabilitas
dimata pemegang saham dan pemegang kepentingan yang
dituangkan dalam kehandalan laporan keuangan. Oleh karenanya,
GCG adalah fondasi keberadaan Komite Audit yang merupakan rujukan
dan pertimbangan dalam pembentukan organisasi, struktur dan proses
kerja Komite Audit.
Komite Audit dalam pelaksanaan tugasnya memfokuskan diri pada
implementasi GCG, manajemen risiko, Internal control dan Audit.
Komite Audit melaporkan hasil seluruh kegiatannya kepada Dewan
Komisaris dan Pemegang Saham. Dasar hukum dan acuan untuk
PT. Pyridam Farma, Tbk. adalah:
t ,FQVUVTBO,FUVB#"1&1"./P,FQ1.
t ,FQVUVTBO%JSFLTJ#VSTB&GFL+BLBSUB/P,FQ#&+
6SBJBOUVHBT,PNJUF"VEJU
1. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan
dikeluarkan oleh perseroan, seperti laporan keuangan, proyeksi
dan informasi keuangan lainnya;
2. Menelaah independensi dan obyektifitas Akuntan Publik;
3. Melakukan penelaahan atas efektifitas pengendalian intern
perseroan;
4. Menelaah tingkat kepatuhan perseroan publik terhadap
QFSVOEBOHVOEBOHBO EJCJEBOH QBTBS NPEBM EBO QFSBUVSBO perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan
perseroan;
5. Melakukan pemeriksaan terhadap dugaan kesalahan pada
keputusan rapat Direksi atau penyimpangan dalam pelaksanaan
keputusan Direksi, baik sendiri maupun oleh pihak independen
yang ditunjuk oleh Komite Audit atas biaya perseroan;
6. Menyampaikan laporan hasil penelaahan kepada semua anggota
Dewan Komisaris, selambat-lambatnya dua (2) hari setelah
selesainya laporan penelaahan yang dilakukan;
7. Menyampaikan aktifitasnya kepada Dewan Komisaris, sekurangkurangnya setiap tiga (3) bulan sekali.
4VTVOBO,FBOHHPUBBO,PNJUF"VEJU
t ,FUVB
-JBOOZ4VSBKBNFSBOHLBQTFCBHBJ
Komisaris Independen;
t "OHHPUB
%PNJOJRVF3B[BöOESBNCJOJOB
2. Ridwan Aksama.
,FHJBUBO,PNJUF"VEJUUBIVO
Komite Audit dalam tahun 2010 telah mengadakan pertemuan sebanyak
3 kali yang dihadir para anggotanya secara penuh, sedangkan tingkat
kehadiran anggota Komite Audit dalam keseluruhan tahun adalah 40%
diluar kehadiran saat Komite Audit mengadakan pertemuan.
Kegiatan Komite Audit yang telah dilaksanakan dalam tahun 2010
antara lain adalah:
t 1FOHBXBTBO LFQBUVIBO UFSIBEBQ QFSBUVSBO EBO QFSVOEBOHBO
yang baru disahkan dalam tahun 2010;
t 1FOHBXBTBOUFSIBEBQQSPHSBNLFSKBBVEJUJOUFSOBMEBOFLTUFSOBM
dan memberikan masukan untuk lebih mengeffektifkan fungsi
masing-masing;
t .FNCBIBT CFSTBNB EFOHBO "VEJUPS FLTUFSOBM TFCFMVN QSPTFT
audit tahunan dilaksanakan;
t .FOFMBBI MBQPSBO LFVBOHBO ZBOH BLBO EJQVCMJLBTJLBO EBO UFMBI
disusun oleh Auditor eksternal.
Melalui pengamatan, kegagalan tata-kelola perseroan, baik yang
berada di Indonesia maupun diluar negeri, bersumber pada faktorfaktor berikut ini:
t "EBOZBQPUFOTJCFOUVSBOLFQFOUJOHBODPOøJDUPGJOUFSFTU
t *OUFSWFOTJQFNFHBOHTBIBNQFOHFOEBMJ
t 'VOHTJQFOHBXBTBO%FXBO,PNJTBSJTZBOHUJEBLFGFLUJG
t 1FOHFMPMBBOQFSTFSPBOZBOHUJEBLUSBOTQBSBO
t 5JEBLNFNQFSIBUJLBOLFQFOUJOHBOTUBLFIPMEFS
t "EBOZBLFSBHVBOUFSIBEBQJOEFQFOEFOTJ"VEJUPS
Dengan melihat uraian di atas, maka sebaiknya perseroan dapat menitikberatkan pada peran Auditor Internal dan Komite Audit untuk lebih
mengefektifkan fungsi Internal Kontrol perseroan.
Internal Kontrol merupakan tumpuan dalam mewujudkan perseroan
yang sehat dan berhasil. Banyak pihak yang mengandalkan peran Auditor
Internal dalam mengembangkan dan menjaga efektifitas Kontrol Internal
dan dengan demikian, Kontrol Internal dapat memberikan nilai tambah
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
21
TATA KELOLA PERSEROAN
(added value) kepada perseroan.
Komite Audit dan Kontrol Internal mempunyai persamaan, pada
dasarnya, keduanya menjalankan fungsi pengawasan. Perbedaannya
adalah dalam alur kewenangan dan alur pertanggung-jawaban.
Komite Audit sudah diatur dalam peraturan yang ditetapkan oleh Otoritas
Pasar Modal; diangkat dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris.
Pembentukan dan pelaksanaan kerja Komite Audit berfungsi membantu
,PNJTBSJT EBMBN NFMBLTBOBLBO UVHBTOZB QFSBUVSBO #BQFQBN /P
IX.1.5.) dan memfokuskan diri pada implementasi Good Corporate
Governance (GCG). Komite Audit melaporkan hasil seluruh kegiatannya
kepada Dewan Komisaris dan Pemegang saham.
Audit Internal diangkat oleh dan bertanggung jawab kepada Direktur
Utama, menjadi keharusan bagi perseroan publik (peraturan Bapepam
/P 7**(
6OJU "VEJU *OUFSOBM EJIBSBQLBO EBQBU CFSQFSBO NBLTJNBM
membantu Direksi Emiten atau perseroan publik dalam melaksanakan
tanggung jawabnya berkaitan dengan pengendalian Internal perseroan,
manajemen resiko dan GCG.
4VTVOBO,FBOHHPUBBO"VEJU*OUFSOBMEJCBXBI4JTUFN1SPTFEVS
,POUSPMEBO-FHBM
t ,FUVB 4UFWFO""4FUJBXBONFSBOHLBQTFCBHBJ,FQBMB
departemen Sistem, Kontrol dan Prosedur dan Legal
serta anggota Manajemen Resiko
t "OHHPUB &NJM4VTBOUP
2. Robertus Doni Irawan
Hubungan Audit Internal dan Komite Audit dalam tugas, tanggung
jawab dan wewenang adalah menjalin kerja sama, melakukan
komunikasi secara langsung dan mengadakan pertemuan secara
berkala selama Komite Audit mengadakan penelaahan atas
pemeriksaan yang dilakukan oleh Audit Internal. Dalam melaksanakan
wewenang dan tugasnya, Komite Audit bekerja sama dengan pihak
yang melaksanakan fungsi Audit Internal. Anggota Audit Internal hadir
setiap hari dan melaksanakan tugas audit rutin dan audit khusus atas
permintaan Direksi.
(B) KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI
,PNJUF /PNJOBTJ NFOEBNQJOHJ %FXBO ,PNJTBSJT EBMBN
mengembangkan kebijakan dan sistem pemilihan anggota Dewan
,PNJTBSJT EBO %JSFLTJ 4BBU JOJ LFCFSBEBBO ,PNJUF /PNJOBTJ EBO
Remunerasi belumlah diperlukan, mengingat fungsi dan tugasnya masih
dapat dicakup oleh Dewan Komisaris. Seiring dengan perkembangan
waktu dan perkembangan organisasi beserta kegiatannya pada masa
mendatang, PT. Pyridam Farma, Tbk. pada saat yang dirasa tepat, akan
melengkapi organisasi dengan dua Komite tersebut.
22
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
(C) SEKRETARIS PESEROAN
Sekretaris Perseroan berperan sebagai penghubung utama antara
Perseroan dengan pihak eksternal. Pada tahun 2010, posisi sekretaris
Perseroan dijabat oleh Bapak Ryan Arvin dengan biografi sebagai
berikut:
t 8BSHB/FHBSB*OEPOFTJB
t -BIJSEJ#BOEVOHQBEBUBIVO
t -VMVT UBIVO EBSJ 'BLVMUBT &LPOPNJ KVSVTBO .BOBKFNFO
Universitas Katolik Parahyangan;
t ,BSJSEBMBNJOEVTUSJGBSNBTJEJNVMBJQBEBTBBUCFLFSKBEJ154BOCF
Farma dari tahun 1992 sampai 1996. Lalu bergabung dengan
PT. Soho Industri Pharmasi dari tahun 1996 sampai 2001. Dan
sejak Januari 2003 bergabung dengan PT. Pyridam Farma Tbk. dan
menduduki jabatan Manajer Keuangan.
Adapun tugas yang diemban Sekretaris Perseroan adalah:
1. Memonitor perkembangan dan perubahan peraturan-peraturan di
bidang pasar modal;
2. Memberikan informasi kepada masyarakat pemegang saham
publik dan Instansi Pemerintah terkait dengan kondisi Perseroan;
3. Memberikan masukan kepada Direksi untuk mematuhi UU Pasar
Modal dan peraturan-peraturan yang berlaku;
4. Menjadi penghubung antara Perseroan dengan pihak Bapepam.
TATA KELOLA PERSEROAN
(D) INFORMASI PERSEROAN
Nama Perseroan
Komposisi Pemegang Saham
Komposisi Pemegang Saham per 31 Desember 2010 adalah
: PT. Pyridam Farma Tbk.
%FXBO,PNJTBSJT
Presiden Komisaris
: Ir. Sarkri Kosasih
Komisaris
: Rani Tjandra
Komisaris Independen : Lianny Suraja
Direksi
Presiden Direktur
Direktur
"LVOUBO1VCMJL
: M. Handoko Boedi Soetrisno
: Indrawati Kosasih
Andreas Herman Oslan
: Tanubrata Sutanto Fahmi dan Rekan
Prudential Tower, Lantai 17.
Jl. Jend. Sudirman Kav. 79
Jakarta 12910 - Indonesia
Biro Administrasi Efek : PT. Sinartama Gunita
Plaza BII Menara 3, Lantai 12
+M.)5IBNSJO/P
Jakarta 10350
Kantor Pusat Perseroan :
+M,FNBOEPSBO7***/P+BLBSUB
Telp. (62-21) 53690112 (hunting) 5307551 - 52 Fax. (62-21) 5329049
E-mail : info@pyridam.com
8FCTJUFXXXQZSJEBNDPN
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
23
TANGGUNG JAWAB DAN KEGIATAN SOSIAL
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
24
Hubungan baik dengan azas saling membutuhkan merupakan suatu
hubungan yang perlu dipelihara dan dipupuk antara Perseroan dan
masyarakat disekitarnya. Perseroan., sejak awal pendiriannya sudah
menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar, sehingga Perseroan
dapat hidup berdampingan dengan mereka, baik di lingkungan pabrik
maupun kantor pusat.
Good relationship on the basis of mutual benefit with the people living in
the villages surrounding the factory and in the neighbourhood of the head
office has been a long well maintained tradition up to now as it should also
be it in the future. This kind of good relationship is essential and needs to
be maintained for the co-exictence between the company and the people
living in its surroundings and neighbourhood.
Sebagai bentuk perwujudan nyata kepedulian terhadap masyarakat
sekitar, terutama yang kurang mampu, Perseroan sepanjang tahun
2010 telah melakukan berbagai macam kegiatan sosial.
Obat-obatan disumbangkan secara cuma-cuma dan rutin kepada
beberapa Poliklinik dan Balai Pengobatan yang berada disekitar lokasi,
baik pabrik maupun kantor pusat Perseroan.
Various social activities and charities had filled out the company social
program as a token of gesture and care to the villagers who live within the
company’s vicinity - nearby its factory and its head office. The company had
continually distributed medicines as donation to several polyclinics, public
health service centers located in the neighborhood and neighbouring
villages of the factory, as well as in the head office area.
Kegiatan sosial semacam ini tetap dan terus dilakukan oleh Perseroan
sejak berdirinya Perseroan dan beroperasinya pabrik.
Such social program had been started since the founding of the company
and will remain as an evergreen program in the future.
Selain kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan terus-menerus sebagai
bagian tanggung jawab sosial perseroan, perseroan juga telah
melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial dalam bentuk penghijauan
jalan didepan kantor pusat perseroan, perbaikan jalan dan tembok
turap jalan desa disekitar pabrik dan sumbangan pompa serta saluran
air bersih untuk penduduk desa disekitar pabrik. Perseroan juga telah
mendanai renovasi mesjid dan mensponsori ulang tahun Batalyon
Armed ke-61; kedua-duanya berlokasi disekitar pabrik.
Beside the corporate responsibility programs as aforementioned, which are
routine and continual year by year, the company has also carried-out other
social activities, such as planting the road passing in front of the company’s
head office to make the surrounding greener, repair of the damaged village
road and road side retention wall located near to the factory and donation
of pump including the piping for the villagers to have access to clean water.
The company has also donated for the mosque renovation and sponsored
the 61st anniversary of Batalyon Armed; both located near the factory.
Keberadaan Perseroan tidak dapat dipisahkan dari alam sekitar yang
telah menyediakan lahan, sumber air baku dan kebutuhan dasar
lainnya. Pemeliharaan lingkungan dengan menjaga keasriannya adalah
bentuk tanggung-jawab Perseroan dengan pengelolaan air limbah
berteknologi modern sehinggga air yang dialirkan kembali ke alam
sekitar aman bagi lingkungan. Ikan-ikan yang hidup subur dalam kolam
penampungan air limbah merupakan bukti yang nyata. Demikian
halnya kehijauan dan keasrian daerah perbukitan disekitar pabrik juga
terpelihara dengan baik.
The company is undoubtedly inseparable from its environmet. As a matter
of fact, it provides the company with land, labors and natural resources.
Therefore, maintaining the environment is without doubt the company’s
responsibility and in realizing its environmetal responsibility, the company
deploys a wastewater treatment system with a modern and advanced
technology, in which the wastewater is treated to make it safe to be released
back to nature. The fast growing fishes kept in the treated wastewater
collecting pond gives the evidence that the treated wastewater is of good
quality. The surrounding greenery is also very well maintained.
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
25
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI
ORGANIZATION STRUCTURE CHART
26
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
RIWAYAT HIDUP
CURRICULUM VITAE
DEWAN KOMISARIS
Bapak Ir. Sarkri Kosasih
Komisaris Utama
8BSHB /FHBSB *OEPOFTJB EJMBIJSLBO EJ 4VNBUFSB #BSBU QBEB UBIVO
1938. Meraih gelar Sarjana Kimia dari Institut Teknologi Bandung
(ITB) pada tahun 1967. Awal karir dimulai pada tahun 1967 pada
PT. Krikas, membidangi trading kimia hingga tahun 1971. Kemudian
dari tahun 1971 hingga tahun 1977 menjabat sebagai Sales Manager
PT. Merck Indonesia. Pada tahun 1976 mendirikan PT. Pyridam dan
menjabat sebagai Direktur Utama sampai dengan tahun 2000. Sejak
Desember 2000 menjabat sebagai Komisaris Utama Perseroan.
BOARD OF COMMISSIONERS
Mr. Ir. Sarkri Kosasih
President Commissioner
Indonesian Citizen, born in West Sumatra in the year 1938. Obtained
Bachelor Degree in Chemical Engineering from Bandung Institute of
Technology (ITB) in 1967. Started his career in 1967 with PT. Krikas, in
charge of chemical trading until 1971. From 1971 to 1977 worked as Sales
Manager at PT. Merck Indonesia. In 1976, he founded PT. Pyridam and
held the position as President Director until the year 2000. Starting from
December 2000, he holds the position as the President Commissioner of the
Company.
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
27
RIWAYAT HIDUP
CURRICULUM VITAE
*CV3BOJ5KBOESB
Komisaris
8BSHB /FHBSB *OEPOFTJB EJMBIJSLBO EJ 1BOHLBM 1JOBOH QBEB UBIVO
1943. Lulus Sarjana Muda pada tahun 1965 di Universitas Parahyangan.
Pada tahun 1976 mendirikan PT. Pyridam. Sejak tahun 1977 hingga
tahun 2000 menjabat sebagai Komisaris Utama Perseroan dan sejak
Desember 2000 menjabat sebagai Komisaris Perseroan.
28
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
Mrs. Rani Tjandra
Commissioner
Indonesian Citizen, born in Pangkal Pinang in the year 1943. She is a
Bachelor degree holder from Parahyangan University earned in 1965 and
co-founded PT. Pyridam in 1976. From 1977 to 2000 held the position as
President Commissioner and since December 2000 holds the position as
Commissioner of the Company.
RIWAYAT HIDUP
CURRICULUM VITAE
*CV-JBOOZ4VSBKB
Komisaris Independen
8BSHB/FHBSB*OEPOFTJBEJMBIJSLBOEJ1BOHLBM1JOBOHQBEBUBIVO
Sarjana Akuntansi dari Universitas Indonesia dan memiliki sertifikat
Manajemen dari Unversitas Jayabaya. Berpengalaman kerja sebagai
Financial Controller pada sebuah perseroan farmasi dari tahun 1970
TE ,FNVEJBO TFCBHBJ (FOFSBM NBOBHFS EBO %JSFLUVS 6UBNB
QBEBQFSTFSPBOUFMFLPNVOJLBTJEBOQBHJOHTZTUFNEBSJUBIVOTE
%JMBOKVULBOEBSJUBIVOTEQBEB151ZSJEBNEFOHBO
LFEVEVLBO TFCBHBJ (FOFSBM .BOBHFS 4FKBL UBIVO TE TFLBSBOH
sebagai Komisaris Independen merangkap sebagai Ketua Komite Audit
dalam organisasi PT. Pyridam Farma, Tbk.
Mrs. Lianny Suraja
Independent Commissioner
Indonesian Citizen, born in Pangkal Pinang in the year 1947. She
graduated in Accounting at University of Indonesia and holder of
certificate in management from Jayabaya University. Working experience
started in 1970 as Financial Controller at a pharmaceutical company till
1975. From 1976 to 1999 as General Manager and President Director of a
telecommunication and paging system company, followed with the career
at PT. Pyridam as General Manager from 1999 to 2002. Starting from 2003
till now she is in charge as Independent Commissioner and Head of Audit
Committee at PT. Pyridam Farma, Tbk.
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
29
RIWAYAT HIDUP
CURRICULUM VITAE
DIREKSI
#QL.JDIBFM)BOEPLP#PFEJ4PFUSJTOP
Direktur Utama
8BSHB /FHBSB *OEPOFTJB EJMBIJSLBO EJ 1VSXPLFSUP QBEB UBIVO Lulusan University of Oregon, USA pada tahun 1986 dengan gelar
Bachelor of Science (BSc). Pada tahun 1994 meraih gelar Magister
Manajemen dari Universitas Indonesia. Awal karir dimulai dari tahun
1986 hingga tahun 1996 pada PT. Indomobil Suzuki International.
5BIVO TE NFOKBCBU TFCBHBJ %JSFLUVS 1FSTFSPBO EBO TFKBL
Desember 2000 menjabat sebagai Direktur Utama merangkap sebagai
Direktur Produksi perseroan.
30
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
BOARD OF DIRECTORS
Mr. Michael Handoko Boedi Soetrisno
President Director
Indonesian Citizen, born in Purwokerto in the year 1963. He was graduated
from University of Oregon, USA with Bachelor degree of Science (BSc).
In 1994, he earned Magister Management degree from University of
Indonesia. He started his career when he worked for PT. Indomobil Suzuki
International from 1986 to 1996. From 1996 to 2000 held the position as
Director of the Company and since December 2000 holds the position as
President Director and Director of Manufacture.
RIWAYAT HIDUP
CURRICULUM VITAE
*CV*OESBXBUJ,PTBTJI
Direktur Administrasi & Keuangan
8BSHB /FHBSB *OEPOFTJB EJMBIJSLBO EJ +BLBSUB QBEB UBIVO Memperdalam ilmu bisnis di Griffith University, Queensland, Australia
IJOHHB UBIVO 1BEB UBIVO TE NFOKBCBU TFCBHBJ
Komisaris perseroan dan sejak Desember 2000 menjabat sebagai
Direktur Administrasi & Keuangan perseroan.
Mrs. Indrawati Kosasih
Finance and Administration Directrese
Indonesian Citizen, born in Jakarta in the year 1969. She studied business
commerce at Griffith University, Queensland, Australia until 1992. From
1996 to 2000 held the position as Commissioner of the Company and
since December 2000 holds the position as Finance and Administration
Directrese.
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
31
RIWAYAT HIDUP
CURRICULUM VITAE
Bpk. Andreas Herman Oslan
Direktur Marketing Untuk Produk Etikal
8BSHB /FHBSB *OEPOFTJB EJMBIJSLBO EJ 1BEBOH QBEB UBIVO Berkarir dan berpengalaman selama 25 tahun di dunia farmasi dengan
jabatan terakhir sebagai Direktur Marketing pada PT. Sanbe Farma.
Sejak September 2005 bergabung dengan PT. Pyridam Farma, Tbk. dan
menduduki jabatan Direktur Marketing produk etikal.
32
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
Mr. Andreas Herman Oslan
Marketing Director For Ethical Products
Indonesian Citizen, born in Padang in the year 1958. He has 25 years of
working career in the pharmaceutical business with his last position held
as the Marketing Director at PT. Sanbe Farma. Starting September 2005,
he joined PT. Pyridam Farma, Tbk. as the Marketing Director in charge of
ethical products.
RIWAYAT HIDUP
CURRICULUM VITAE
KOMITE AUDIT
AUDIT COMMITTEE
#QL%PNJOJRVF3B[BöOESBNCJOJOB
Mr. Dominique Razafindrambinina
Anggota Komite
Committee Member
8BSHB/FHBSB3FQVCMJL.BEBHBTLBSNFSBJIHFMBS4BSKBOB&LPOPNJEBSJ
California State University, Fullerton, USA dan Sarjana bidang keuangan
dan kredit dari Kishiniev State University, Moldavia. Berkarya dibidang
konsultasi sebagai konsultan dalam bidang manajemen dan training,
sebagai penasehat teknik, sebagai manajemen audit industri farmasi,
TFCBHBJ EPTFO EJ 6OJWFSTJUBT #JOB /VTBOUBSB EBO TFCBHBJ BOHHPUB
,PNJUF"VEJU151ZSJEBN'BSNB5CLTFKBLUBIVOTETFLBSBOH
Citizen of the Republic of Madagascar, gradated from California State
University, Fullerton, USA majoring in Economics and also graduated
from Kishiniev State University, Moldavia majoring in monetary and credit
system. His career started in consultancy in the fields of management and
training, technical advisory, pharmaceutical industry audit management,
lecturing at Bina Nusantara University and as Audit Committee Member of
PT. Pyridam Farma, Tbk. from 2003 until to date.
#QL3JEXBO"LTBNB
Bpk. Ridwan Aksama
Anggota Komite
8BSHB /FHBSB *OEPOFTJB 4BSKBOB KVSVTBO BLVOUBOTJ 6OJWFSTJUBT
Tarumanegara. Berpengalaman kerja sebagai Akuntan pada Kantor
"LVOUBO%ST"OEJ8JTOV$PNVMBJUBIVO,FNVEJBOTFCBHBJ
,FQBMB *OUFSOBM "VEJU QBEB 15 1ZSJEBN 'BSNB 5CL TE 4FKBL
UBIVO TE TFLBSBOH NFOKBCBU TFCBHBJ BOHHPUB ,PNJUF "VEJU
PT. Pyridam Farma, Tbk.
Committee Member
Indonesian Citizen, graduated from Tarumanegara University majoring
in Accounting. He has experience as Accountant since 1992 at Drs. Andi,
Wisnu & Co. Accounting Firm and thereafter, assigned as the Head of
Internal Audit at PT. Pyridam Farma, Tbk. till 2003. Since the year 2003 he is
assigned as Audit Committee member of the Company.
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
33
34
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
PRESIDENT COMMISSIONER’S STATEMENT
A public-listed company, which is engaged in health care products –
particularly in pharmaceutical industry - holds double contradictory
responsibilities. On one hand, it is a profit center, as expected by the
shareholders to generate maximum possible profit and, on the other
hand, it also bears moral obligations to the society by providing affordable
medicines to economically weak social class, which are in the need of
medication.
A closer and stronger relationship with all businnes partners, e.g. customers
and stakeholders, such as Government should be the Board of Directors’
first priority program in 2011 and onward.
PT. Pyridam Farma Tbk., with its 30 years existence and publicly listed on
the stock exchange since 2001, can fulfill both very well - in its economical,
as well as in its social functions. In the last 6 years, its net profit per share
has been continually increasing from Rp. 2.48 per share as recorded in
2005 to Rp. 7.85 per share in 2010. This represents an increase of 316%
over the aforesaid period of time. At the same time, it reflects that the
Board of Directors has been successful in operating the company by giving
the best possible result as per shareholders’ expectance, and at the same
time, fulfilling its social responsibilities with the provision of affordable
pharmaceutical products.
A balance as such can only be achieved by not merely focusing on the
profitability - for instance in the product price adjustment - where several
aspects have had to be taken into consideration. People’s buying power,
psychological impacts on patients are the main factors in final product
selling price setting.
Another method, which has helped put both economical and social factors
in balance, is by producing innovative products with fewer competitors.
Government bodies, such as Ministry of health, Food and drug
administration (BPOM) as also Central bureau of food and drug
administration (Balai besar BPOM) is not of less importance, as their
information’s are an important factor for the Board of Directors’ accurate
decision-making, whereby obtaining such information’s at the earliest
possible time will enable decision making to not only be accurate but also
fast.
The company with the back up of strong and competent marketing team
covers the market nationwide. In addition, the company has appointed
three new national distributors and in a total of more than twenty local
distributors is the assurance for smooth and stable supply to hospitals,
clinics and pharmacies all over Indonesia.
The company focuses on the production and sales of prescription
pharmaceutical products only, to avoid splitting he concentration on
efforts in the company growth advancement, on prescription and over the
counter (OTC) products.
As of December 31, 2010, the company has recorded a net income of Rp.
140,858,442,443.00, which has increased 6.71% from Rp. 132,000,542,048.00
last year, in 2009. On the net profit side, Rp. 4,1992,202,953.00 (Rp. 7.85 per
share) has been recorded, representing an increase of 11.30% in comparison
with the same in 2009, which was at the amount of Rp. 3,772,968,359.00
(Rp. 7.05 per share).
The intensification of relation with the physicians at the front line of the
marketing and sales chain is also essential to be included in Board of
Directors’ working priority program in 2011 and beyond.
The work force is the most valuable asset of the company and therefore,
the Board of Directors is requested to take active measures in minimizing
the work force turnover.
In parallel, it should be noted that improvement on the provision of
information’s to investors by means of public exposure, announcements and
press release is necessary to ensure accurate and transparent information’s
can be available and accessible in timely manner.
The Board of Directors’ attention is also drawn on the data preparation for
new products registration with Food and Drug Administration (BPOM) to
be initiated as early as possible in view of the lengthy process of registration
new products have to undergo.
The Board of Commissioners, after in-depth study and based on the Audit
Committee’s report, has given acceptance and approval on the company’s
Annual Report for the year 2010, which has been prepared by a reputable
public accounting firm ‘Tanubrata Sutanto Fahmi dan Rekan’.
A well maintained relations among Government, customers, shareholders,
employees and company management is the solid ground of good
performance that will excel the company to higher level of success.
As final words to close this statement, the Board of Commissioners would
like to express our gratitude and appreciation to all parties with their parts
of contribution that also help us advance this company to a better future.
Jakarta, April 2011.
Ir. Sarkri Kosasih
President Commissioner
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
35
PRESIDENT DIRECTOR’S STATEMENT
On the Board of Directors’ shoulders lies the responsibility for good and
optimal operation of a company to adequately give highest possible
return on investment as expected by every shareholder. By bearing this
understanding in mind, the Board of Directors in the passed year 2010 had
shown its hard work to give best possible contribution to the company in
the interests of the shareholders and stakeholders, by way of increasing
the asset value of the company, by way of welfare improvement for the
employees and for other stakeholders (the distributors, the banks and the
customers), by way of better service and fulfillment of obligations as per
agreed terms and conditions.
Net sales figure of Rp. 140,858,442,443.00 in elapsed year of 2010,
which represented an increase from the previous year’s figure of Rp.
132,000,542,048.00 as recorded in 2009, reflected the good performance of
the company and the success of the Board of Directors in its endeavours to
reach its targeted goal to continually improve the company performance.
Along with the net sales, net profit also increased by 11.30%, which
amounted to a substantial amount of Rp. 4,199,202,953.00 from Rp.
3,722,968,359.00 in 2009.
The already planned program of production facility upgrading, which
encountered delay in its implementation, did unfortunately not follow the
success in the company operation as aforementioned. The delay was on
the account of personnel change in the position of Plant Manager, which
took place in mid. of 2010. In addition to this, the more stringent GMP
rules was also introduced by the Authorities that made it necessary for
the Management to review again the plant facility upgrading program, in
overall and in depth. The said plant facility upgrading is not only intended
to improve the plant technically but also to enlarge the production area
with the aim to double-up the production capacity.
Another obstacle encountered in 2010 was the document preparation
for the registration of new products and the same for the re-registration
of products, which registration numbers were about to expire. This could
not progress in the time pace set by the marketing and sales directorate.
This jeopardy have made the new products not available in timely manner
and as an active measure to overcome this obstacle, the company had
strengthened the department in charge of product registration for the
reason that this department is critical for the new products readiness and
is - in fact - inseparable from the production itself as the source of product
sales growth. Due to the registration obstacle encountered, the company
was only able to introduce 5 new products on the market in the year 2010,
namely:
t
t
t
t
t
36
,FUPDJEDPBUFEDBQMFU
5JPMBDPBUFEDBQMFU
/PHSFODPBUFEDBQMFU
7JCSBOBUDPBUFEDBQMFU
1PUFOTJLDPBUFEDBQMFU
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
Capital expenditure originally allocated for the plant facility upgrading
was re-allocated for bank loan and overdraft facility repayment and as
result of which, the company loan exposure has decreased by 44.30% from
the previous amount of Rp. 15,016,402,815.00 in the year of 2009, down to
the amount of Rp. 8,363,435,181.00 as of December 2010.
The wage adjustment, the electricity and raw material price increases
were still manageable and have caused no significant influence to the
cost of goods sold and these have resulted in the insignificant selling price
adjustments of the finish products. It is important to be noted that all raw
materials are still, to the fullest extent, dependent on importation, since
there is no single raw material manufacturer exists in Indonesia.
Financial ratios were also in very good shape, where the ratio of net profit
to total assets and the ratio of net profit to equity were also improving. In
general, the company is financially sound and healthy as demonstrated in
its financial figures.
The growth in Net sales and the lower interest burden resulting from the
lower loan exposure, and additionally, the relatively stable exchange rate
causing the raw material and packaging materials to remain relatively
stable, had brought the net profit per share to a new higher level of Rp. 7.85,
whereas it was at a level of Rp. 7.05 a year ago.
It goes without saying that such achievement could not be materialized
without the support of all parties involved, among others were the
Government authorities, the customers, the suppliers, the work force, the
management, and last but not least, the shareholders. Without their parts
of contribution according to their field of engagement, it was not possible
to achieve such high level of success.
By keeping it in mind, the Board of Directors commits to intensify even
more the co-operation, collaboration and communication with each of the
relevant parties in the endeavour to keep the company enjoying continual
and extensive growth.
The implementation of good governance is consistently maintained at all
times by conducting routine meetings with the Risk Management team in a
regular time interval. The Risk Management team has the duty to minimize,
and if possible, to avoid any potential risk in all business undertakings of
the company and in critical decision-making by the Board of Directors.
The duty of the Risk management team also comprises the monitoring on
the company operation in order to ensure its compliance with the BPOM
(Indonesian FDA) in particular and the regulations of the Government in
general.
The Board of Directors is currently in the stage of setting-up a code of
conduct and closely observes its progress. Expectedly, this code of conduct
is ready for implementation by the end of 2011 or by the beginning of 2012
at the latest.
PRESIDENT DIRECTOR’S STATEMENT
8@4;A345@5?-:@5/5<-@-.81.A@@412;88;C5:32-/@;>?->1.1E;:0@41>1-/4
;2/;9<-:E?/;:@>;8
t 0JMBOEFMFDUSJDJUZQSJDFTXIJDIBSFTFUCZUIF(PWFSONFOUUIBUJOUVSO
/-:.15:IA1:@5-8@;@419-:A2-/@A>5:3-:005?@>5.A@5;:/;?@?;2@41
öOJTIQSPEVDUT
t &YDIBOHF SBUF øVDUVBUJPO UIBU XJMM DFSUBJOMZ BòFDU UIF SBX NBUFSJBM
<>5/1?C45/4?@5884-B1@;.159<;>@102>;9/;A:@>51??A/4-?A>;<1
$IJOBBOE*OEJB
t (PWFSONFOUSFHVMBUJPOTBOEEFDSFFTXIJDIJONPTUDBTFTSFRVJSFXJEF
>-:31>1B51C?-:0-06A?@91:@?;2@41@->31@?-:05@?59<8191:@-@5;:
<8-:? ?1@ .E @41 /;9<-:E <>5;> @; ?A/4 >181-?1 ;2 3;B1>:91:@-8
>13A8-@5;:?
01/>11?
)1 ->1 -8?; <81-?10 @; 91:@5;: @4-@ ;A> /;><;>-@1 ?;/5-8 >1?<;:?5.585@E
<>;3>-9?->1C1889-5:@-5:10;:-@5;:5:@412;>9;29105/5:1?@;/85:5/?
-:0 ?;/5-8 3>;A< <>;B505:3 2>11;2/4->31 41-8@4 ?1>B5/1? 5? ;A> >;A@5:1
'&<>;3>-9@;418<1/;:;95/-88EC1-7?;/5-8/8-??2;>C45/49105/5:1?
->1.->18E-J;>0-.81
$:@41.14-82;2@41919.1>?;2@41;->05>1/@;>?C5?441>1C5@4@;
1D@1:0 9E 45341?@ -<<>1/5-@5;: @; -88 ;2 ;A> .A?5:1?? /;A:@1> <->@? 2;>
@415>/;;<1>-@5;:?-:0?A<<;>@?1D@1:010@;A?0A>5:3@41E1->@4-@
9-01A?-.81@;-0B-:/1@41/;9<-:E@;45341>81B18;2-/451B191:@
?5:/1>18E4;<1@4-@;A>.A?5:1??<->@:1>?C;A80/;:@5:A11D@1:05:3@41
?-91-:01B1:.1@@1>/;;<1>-@5;:?-:0?A<<;>@?5:@41E1->
5:-88E<81-?1-88;C91@;-<;8;35F1525:/1>@-5:->1-:;@-881D<1/@-:/51?
;2;A>?4->14;801>?/;A80.12A8K8810
)5@4;A>.1?@>13->0?
Handoko Boedi Soetrisno
President Director
::A-8&1<;>@%(%E>50-9->9-(.7
BRIEF HISTORY
PT. Pyridam Farma, Tbk. was founded and incorporated in November
27, 1976 based on the Notarial Deed No. 31 issued by Notary Tan Tiong
,JF BOE BQQSPWFE CZ UIF .JOJTUSZ PG +VTUJDF UISPVHI JUT MFUUFS PG EFDSFF
No. YA 5/118/3 dated March 17, 1977 under the name PT. Pyridam. The
incorporation approval of PT. Pyridam was published in the State Gazette
/P4VQQMFNFOU/PEBUFE%FDFNCFS
The Company was established by the founders to principally manufacture
and market veterinary products.
In 1985 the Company started to produce pharmaceutical products and
TVCTFRVFOUMZPO'FCSVBSZ151ZSJEBN7FUFSJOFSXBTFTUBCMJTIFE
with the aim to separate the pharmaceutical manufacturing activities from
the veterinary.
38
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
The Company also built a new factory site located in Desa Cibodas,
Cianjur, West Java, to house the manufacturing facility for pharmaceutical
products. The construction of the building began in 1995 and the new
factory started perating in 2001.
Adresses:
The Company’s Head Office is located at:
+BMBO,FNBOEPSBO7***/P+BLBSUBXIFSFBTUIF$PNQBOZT
Factory is located at Jl. Hanjawar, Pacet, Cianjur, West Java.
VISION & MISSION
VISION
To be prominent, recognizable and respectable on domestic, regional
and international market as a reliable and dependable pharmaceutical
company through excellence in quality, innovation and services.
MISSION
We concentrate all of our efforts to serve the domestic, regional and international communities by the provision of high quality and innovative
products for the improvement of life’s health quality.
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
39
COMPANY PROFILE &
HISTORICAL MILESTONES
1976
Shareholders
*S 4BSLSJ ,PTBTJI GPVOEFE 15 1ZSJEBN PO UIF UI EBZ PG/PWFNCFS"UUIF
early stage, the main activities of PT. Pyridam were producing and marketing
veterinary products all over big cities in Indonesia through sales agents. These
activities were the main business of the Company, which was successful as
shown in rapid continual growth year by year.
PT. Pyridam Internasional
Number of
Shares
In
%
Value Stocks
(Rp)
288,119,974
53.85
28,811,997,400.00
Ir. Sarkri Kosasih
61,740,000
11.54
6,174,000,000.00
Rani Tjandra
61,740,000
11.54
6,174,000,000.00
123,480,026
23.07
12,348,002,600.00
Public
Note:
t *S4BSLSJ,PTBTJIJTBMTPUIF1SFTJEFOU$PNNJTTJPOFSPGUIF$PNQBOZ
t 3BOJ5KBOESBJTBMTPUIF$PNNJTTJPOFSPGUIF$PNQBOZ
t 4IBSFPXOFSTIJQPG*OEJWJEVBMQVCMJDTIBSFIPMEFSTJTMFTTUIBO
1985
PT. Pyridam diversified its business by producing and marketing human
medicines at the initial stage of its business expansion. At the same time, the
Company was also honored by several overseas principals with the rights
to market their health equipment products in Indonesia, particularly in the
laboratory apparatus/equipment sector.
2005
PT. Pyridam Farma, Tbk. obtained ISO certificate 9001:2000 through SGS for
all sectors of its businesses. The organization and all business activities of the
company are therefore, in conformity with the international standard.
1993
15 1ZSJEBN 7FUFSJOFS XBT FTUBCMJTIFE UP GPDVT PO UIF WFUFSJOBSZ QSPEVDU
business while PT. Pyridam continued to focus on human medicine and
laboratory apparatus/equipment business.
2001
PT. Pyridam occupied and started operating in the new factory located in Pacet,
Cianjur. In the same year, PT. Pyridam completed an Initial Public Offering (IPO)
of 120,000,000 ordinary shares, and since then, it is registered at Indonesia
Stock Exchange (formerly Jakarta Stock Exchange). Following the completion
of IPO, the company name was changed to PT. Pyridam Farma, Tbk. and at the
initial stage, share holding ratio was as shown in the following tabulation.
Number of
Shares
In
%
280,000,000
53.85
28,000,000,000.00
Ir. Sarkri Kosasih
60,000,000
11.54
6,000,000,000.00
Rani Tjandra
60,000,000
11.54
6,000,000,000.00
120,000,000
23.07
12,000,000,000.00
Shareholders
PT. Pyridam Internasional
Public
Value Stocks
(Rp)
2002
2006
PT. Pyridam Farma, Tbk. started to explore the export market. The Philippines
was selected as the initial country of destination, due to its unsaturated market.
An agreement for distributorship was entered into with the top distribution
company of the Philippines. PT. Pyridam Farma, Tbk. increased investment for
the purpose of production capacity expansion for PT. Osotspa ABC Indonesia,
which was intended to accommodate the production of M-150 in powder
form, also the future products.
To widen its market coverage as also to intensify its market penetration, PT.
Pyridam Farma, Tbk.
had entered into distributorship agreements with several local distributors
which market areas are limited within provincial boundary, among others are:
t
t
t
t
t
t
15.BUBLBS,FOEBSJJO,FOEBSJGPS4PVUI&BTU4VMBXFTJ
15%XJ1VUSB.FEJLBJOEPJO1BMVGPS$FOUSBM4VMBXFTJ
15*OEPNBSUB1SJNBUBNBJO1POUJBOBLGPS8FTU,BMJNBOUBO
156UBNB#JOB'BSNBJO1POUJBOBLGPS8FTU,BMJNBOUBO
15(MPCBM.JUSB1SJNBJO.FEBOGPS/PSUI4VNBUFSB
15#JOBQVSB)VTBEB+BZBJO+BZBQVSBGPS1BQVB
By the inclusion of above listed distributors, the Company markets its products
through 2 national and 16 local distributors.
In the year 2002, the Company distributed dividend in the form of shares
proportionally to the share holding ratio.
Since the distribution of share dividend in the year 2002, the share holding ratio
had accordingly changed and remained up to this date as the figures shown
in the table below.
40
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
2007
In the year 2007, PT. Pyridam Farma Tbk, had appointed seven (7) new
additional local distributors for Jambi, Batam, Jakarta, Bandung, Manado, Bali
BOE,FOEBSJBSFBT
COMPANY PROFILE &
HISTORICAL MILESTONES
2008
Three (3) new additional local distributors had again been added to the
existing number of local distributors for the areas of Bangka- Belitung, Palu
and Batam, in order to farther strengthen market penetration power. With the
appointment of ten (10) new additional local distributors in the years 2007 and
2008, the number of local distributors increased to twenty six (26) - in total.
2009
Another two local distributors have been appointed to market Company’s
product - one is for the area of Pangkal Pinang while the other one for Bali and
Lombok islands. In the same year, the Company had terminated its contractual
agreement with two (2) local distributors for non-performance and potential
collection problem.
2010
The company in the year 2010 had appointed two (2) new local distributors for
UIFBSFBPG,FOEBSJBOE"NCPO*OUIFTBNFZFBSUIFDPNQBOZIBEUFSNJOBUFE
the distributorship agreements with four (4) local distributors, which formerly
XFSFJODIBSHFPG,FOEBSJ1POUJBOBL1BOHLBM1JOBOHBOE#BOHLB#FMJUVOH
areas. The steps of terminations had been taken by the company on the account
of non-performance and/or potential problem of collection.
The appoinment of new local distributors to fill in the vacant areas in Pontianak,
Pangkal Pinang and Bangka-Belitung will follow soon.
WORK FORCE
As per December 31, 2010, the Company had recorded a total number of
employees of 707 people.
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
41
42
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
MANAGEMENT REVIEW AND ANALYSIS
THE COMPANY AND ITS NATURE OF BUSINESS
PT. Pyridam Farma Tbk. has the committed to improve the health of people
and in doing so, also their life quality. This commitment is realized in the
production and the marketing of pharmaceutical products needed by all
society classes with a wide range of variety – from antibiotics to vitamins
to maintain good health.
The company adopts GMP (Good Manufacturing Practice) and implements
it in its production with strict compliance. In addition, regulations as
introduced by the local Food and Drugs Administration (BPOM) and
company’s principal guidelines that both are to be consistently followed
with no exemptions gives additional assurance of the products quality and
safety for consumption during medication. Each of the production stage is
stringently controlled under the supervision of well-trained personnel.
The strict regulation implementation backed-up by the competence and
commitment of our employees comprehences the production process as a
whole, aiming to highest, safest possible product quality for our customers
– the patients.
The company motivates all employees to exert their best endeavours
in every level and position they are holding – not only in the production
department but also in other operational departments as also in the
marketing.
Motivations as such are expected to enable them to carry out their duties
well. Although the company gives freedom to them in doing their jobs, they
still mandatorily have to follow the company regulations. Their individual
creativities are highly appreciated.
*O UIF QBTU ZFBS 4(4 6OJUFE ,JOHEPN IBT öOJTIFE JUT BTTFTTNFOU
and has granted PT. Pyridam Farma Tbk. ISO9001-2008, which has, at
once, reflected the company’s commitment to maintain and continually
improve its working guidelines and procedures in conformation with the
international standard.
This certification is an upgrade from the ISO9001-2000 the company has
obtained in 2005.
The following analysis will elaborate the company performance more indepth and with more detailed information’s,
OPERATING HIGHLIGHT
A net sales figure of Rp. 140,858,442,443.00 was recorded in the year 2010,
representing an increase of 6.71% compared with the net sales figure of
only Rp. 132,000,542,048.00 in 2009. This net sales figure derived from the
sales of pharmaceutical products on domestic market as well as on export
market, and adding to this, were the sales of medical laboratory wares
to various independent laboratories and hospitals. The growth achieved
in this year 2010, which was lower than the growth achieved in the year
before, was owing to the obstacles encountered in the marketing of several
potential new products.
In the year 2010, the company could only introduce 5 new products to the
market, which were:
t ,FUPDJEDPBUFEDBQMFU
Medicine to maintain health and complement the need of amino
BDJET
t 5JPMBDPBUFEDBQMFU
'PPETVQQMFNFOUGPSQBUJFOUTTVòFSJOHGSPNEJBCFUFTNFMMJUVT
t /PHSFODPBUFEDBQMFU
Medicine against migraine and migraine during menstruation period
XJUIMJHIUBOENFEJVNJOUFOTJUZ
t 1PUFOTJLDPBUFEDBQMFU
A pain reliever with medium to heavy intensity level, especially colic,
post operational pains, usually prescribed in combination with
USBORVJMJ[FS
t 7JCSBOBUDPBUFEDBQMFU
A broad-spectrum antibiotic: a combination of amoxicillin with
clavulanic acid to cure various infections, e.g.
- Infections of upper respiration tract: tonsillitis, sinusitis, otitis
NFEJB
- Infections of lower respiration tract:
CSPODIJUJTBDVUFBOEDISPOJDMPCBSBOECSPODIPQOFVNPOJB
*OGFDUJPOTPGVSPHFOJUBMUSBDUVSFUISJUJTTJTUJUJTQJFMPOFGSJUJT
- Infections of skin and soft tissue, abscess, boils, cellulites, infectious
XPVOET
*OGFDUJPOTPGCPOFTBOEKPJOUTPTUFPNJFMJUJT
%FOUBMJOGFDUJPOTEFOUPBMWFPMBSBCTDFTT
- Other infections: abortion sepses, puerperal sepses and intra
abnormal sepses.
As a matter of fact, it was already scheduled in the company’s plan to start
marketing a few injection products last year in 2009.
Yet, due to the delay in obtaining the registration numbers of those products
and the time-consuming production preparation, the marketing program
had to be postponed.
Following the revised schedule, some of the injection products will be
introduced to the market by the 2nd semester of 2011.
The injection products as aforementioned have to be produced by other
pharmaceutical industries under toll manufacturing scheme, owing to
the unavailability of injection production facilities in company’s plant.
And, for the purpose of tolling-out the inection products, the company has
carried-out an investigative audit on the production facilities of the toll
manufacturer with the satisfactory result, giving the company confidence
that the products will meet the quality according to company’s standard.
Few other products the company planned to produce in its own plant using
JUTPXOQSPEVDUJPOGBDJMJUZXFSFBMTPEFMBZFEUIFIJHIFNQMPZFFUVSOPWFS
and R&D Manager resignation were the main reason of the delay. The
company now is still recruiting potential candidates to fill in the vacant
positions in the R & D department.
With no difference, the production facility upgrade still cannot be executed,
due to the requirement complexity for the permit application. Despite
the given situation, the company is confident to be able to realize the
production facility upgrade within the year 2011.
As a result of the aforesaid delay, additonal fund was available - making
the company’s cash flow very liquid.
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
43
MANAGEMENT REVIEW AND ANALYSIS
The excessive fund deriving from the net income generated in 2010 has
made the company to be able to reduce its loan exposure as shown in
the financial statement prepared by the Public Accounting Firm BDO
Tanubrata Sutanto Fahmi dan Rekan, wherein the company loan exposure
incl. overdraft facility were recorded as much as Rp. 6,652,967,634.00, as
per December 31, 2010 which was 44.30% lower compared to the amount
of Rp. 8,363,435,181.00 as per December 31, 2009 record.
FINANCIAL SUMMARY
Some figures below are provided to summarize the company financial
performance.
t /FUTBMFT
3Q
t 1SPöUGSPNPQFSBUJPO 3Q
t 1SPöUCFGPSFUBY
3Q
t 1SPöUBGUFSUBY
3Q
The net profit figures have increased 11.30% compared to the figures of the
year 2009.
All divisions of the company had shown positive growth, whereas tollmanufacturing division had shown negative growth.
This was mainly caused by the sluggish market development of isotonic
drinks produced by the company for the brand owner.
The graphics below illustrate the contribution shares of the divisions.
As a workaround to overcome this specific problem, i.e. the high employee
turnover on one hand, and the increasing need of medical representatives
to broaden and intensify the market penetration, on the other hand, the
company continually recruits and trains new medical representatives.
In the year 2010 , medical representative recruitment and training had been
conducted three times, which had taken place in the months February,
June and October.
Advance and reliable computer network system is a convincing system
for better company performance, since data and information’s can be
obtained with high accuracy and also in timely manner. In the same way,
decision can be taken more accurately and faster.
In order to support and realize this need, the company had capital
expenditure of Rp. 1.2 billion for the procurement of IT system servers. The
upgrade of the client computers had also been carried out to cope-up with
the new IT system according to the needs prevailed.
As it had already been mentioned earlier, the company in overall had
achieved positive growth with the pharmaceutical division being and
remained as the biggest contributor. A summary of the figure reflecting the
positive growth is provided below.
Net sales figure of pharmaceutical products and toll manufacturing had
contributed with 6.6% growth from Rp. 128,352,056,262.00 in 2009 to an
amount of Rp. 136,869,582,630.00 in 2010.
On the operating profit post, it had unfortunately given a negative figure
of -22.9%, from an amount Rp. 6,293,758, 068.00 in the year 2009 down
to Rp. 4,855,106,349.00 in the year 2010. The major cause of such negative
growth was the increasing general administration spending.
In the other segment, which is the biomedilab, the company enjoyed
a positive growth of 9.3% in net sales from Rp. 3,648,485,786.00 in 2009
increased to Rp. 3,988,859,813.00 in 2010.
On the total operating profit post, the growth had shown a significant
positive number of 50%, equivalent to Rp. 802,890,620.00, representing an
increase from Rp. 535,143,727.00 in 2009.
THE FUTURE
The Board of Directors has prioritized the implementation of following
programs for the upcoming year 2011:
t 1SPEVDUJPOGBDJMJUZVQHSBEFBOEEPVCMJOHVQQSPEVDUJPODBQBDJUZ
t 3FDSVJUNFOUPGFYQFSJFODFEBOEDPNQFUFOU3%UFBN
t "OOVBMTBMFTUPSFBDI3QCJMMJPO
The same priority has also been given to work efficiency and effectiveness
at all level of management.
OPERATING PERFORMANCE
The company had made remuneration adjustments in 2010 with the
promotion team as the center weight.
Such adjustment was intended to motivate them to perform better and
besides, also to reduce the high turnover of employee in the company’s
promotion team.
44
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
Not of less importance is the improvement of working facility and
environment, working habits and performance evaluation system.
The company will hire a consultant with expertise in the field of human
resource management to help the company in setting target, job
performance evaluation and employee motivation to reach the same
joined goal of success, namely that of the company, as well as that of each
and every employee as individual.
MANAGEMENT REVIEW AND ANALYSIS
CORPORATE GOVERNANCE
The Risk Management Committee members during the full financial period
of 2010 were:
PT. Pyridam Farma Tbk. is committed to integrity and accountability in
terms of its corporate governance practices, in which the appointment of
Independent Director and Commissioner is part of it.
Position
Meeting
Attendance
Handoko Boedi Soetrisno
Chairman
4
#PBSEPGEJSFDUPST
Lianny Suraja
Member
4
The board of Directors has full control over the Company’s daily operations
Its scope of functions and responsibilities comprise among others:
t 5PHJWFTUSBUFHJDEJSFDUJPOUPUIF$PNQBOZ
t 5P FOTVSF UIBU QSPDFEVSFT BOE QSBDUJDFT BSF JO QMBDF UP QSPUFDU UIF
$PNQBOZTBTTFUTBOESFQVUBUJPO
t 5P NPOJUPS BOE FWBMVBUF UIF JNQMFNFOUBUJPO PG TUSBUFHJFT QPMJDJFT
BOECVTJOFTTQMBOT
t 5P FOTVSF UIBU UIF $PNQBOZ DPNQMJFT XJUI SFMFWBOU MBXT BOE
regulations.
Indrawati Kosasih
Member
4
Andreas Herman Oslan
Member
4
Fransiscus Ong
Member
4
Steven A. A. Setiawan
Member
4
The directors have access to all Company information’s, records, and
documents, as well as to company’s properties. Directors receive detailed
information’s on all operating activities to facilitate effective and accurate
decision making.
The Company secretary has the duty to inform stakeholders and
shareholders any important issues at the most appropriate time to support
the openness of the Company.
*OUFSOBM"VEJUPS
The Internal Audit body consists of one head and two members with
the function to assist the President Director assuring that all procedures
are strictly implemented and Company’s assets, stocks of goods are
safeguarded through a good, in depth auditing practice. Internal Auditors
are empowered to have full access to all documents, records and all
Company personnel for the purpose of getting the necessary data and
information’s as required for auditing process.
Internal Auditors work on full day basis and co-operates with Audit
Committee. Audit Committee evaluates the result of internal audit activities
and gives feedback and advices to Internal Auditors through coordination
NFFUJOHTBUMFBTUFWFSZRVBSUFS
Name
Environment Safety & Protection
We always try to be comprehensively compliant to the state and local
environmental laws and regulations that govern, among others, all
emissions, waste water discharge and solid and hazardous waste disposal,
and the remediation of contamination associated with generation,
handling and disposal activities.
All of our operations are performed under strict environmental and
health safety controls consistent with the Occupational Safety and Health
Administration and the Environmental Protection Agency. Protecting
natural environment is one of our working priorities.
Regular medical check-up for every staff is continually performed to assure
that no environment hazards occur within the plant area or any personal
disease contaminated the products.
FINANCIAL ANALYSIS
Internal Auditor members:
Name
Steven A. A. Setiawan
Position
Head of Internal Auditor
Emil Susanto
Member
Robertus Doni Irawan
Member
3JTL.BOBHFNFOU$PNNJUUFF
The Board has established a Risk Management Committee, with the duty
to ensure that an effective internal risk control framework exists within the
entity in such way that all Company’s undertaking risks are thoroughly
analyzed. More importantly, foreseeable risks should be minimized prior to
EFDJTJPONBLJOHUIFTBNFNJOJNJ[JOHFòPSUTTIPVMEBMTPBQQMZUPFYJTUJOH
risks at all management level. The Board’s risk management strategy
includes matters relating to enterprise risk, which also comprises strategic,
operational, financial and compliance risks.
t /FUTBMFT
The Company recorded Rp. 140.86 billion net sales in the year 2010. This
figure represented an increase of 6.71% compared to Rp. 132.00billion
in the year 2009. This increase was contributed by the increases of the
sales of pharmaceutical products and toll manufacture as much as
7.13%, whilst Biomedilab product sales contributed with 9.33% and
product export with 82.83% sales increase.
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
45
MANAGEMENT REVIEW AND ANALYSIS
t 0QFSBUJOHQSPöU
An operating profit of Rp. 5.66 billion had been achieved in the year
2010, which unfortunately represented a decrease of 17.15% from Rp.
6.83 billion last year.
t 0QFSBUJOHFYQFOTFT
Operating expenses had reached Rp. 84.12 billion, which had increased
8.66% from Rp. 77.41 billion in 2008.
t -JBCJMJUJFT
As of December 31, 2010, the company’s liabilities were recorded at
the amount of Rp. 23.36 billion that had decreased as much as 13.19%
from Rp. 26.91 billion in the year 2009.
The current liabilities of Rp. 15.65 billion in 2010 had decreased from
Rp. 21.67 billion in 2009 or equivalent to 27.80% decrease. Whereas,
the non-current liabilities had increased from Rp. 5.24 billion as of
December 31, 2009 to Rp. 7.72 billion representing an increase of
47.21%.
t &RVJUZ
The equity of the comapany in the year 2010 had increased by 5.57%,
amounting to Rp. 77.23 billion, which was Rp. 73.03 billion in the
previous year of 2009. The retained earning of Rp. 21.65 billion this year
had increased from Rp.17.45 billion last year - an equivalence of 24.06%
increase.
LIQUIDITY AND CAPITAL STRUCTURE
t /FUQSPöU
An increase of 11.30% in Net profit had been recorded in this year
with an amount of Rp.4.20 billion in comparison with Rp. 3.77 billion
recorded in 2009.
t "TTFUT
Total assets had increased by 0.65% from Rp. 99.94 billion as per
December 31, 2009 to Rp. 100.56 billion as per December 31, 2010 and
out of which, the current asset had increased 3.48% from Rp. 45.49
billion in 2009 to Rp. 47.07 billion in 2010 but on the other hand, the
non-current asset had dicreased by 1.71% from Rp. 54.45 billion in
2009 to Rp. 53..51 billion in 2010.
46
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
Prudence and cautiousness are always are company’s principal in its
undertakings. The same also applies on its finacial practices, in order to
maitain liquidity wtih the cash generated from the operational activities
asthe main source.
By taking the given financial condition into consideration, the company
is of the oppinion to have the funding adequacy to support and cover the
operational expenses, capital expenditures, loan and account receivable
peyments.
In the event that the company encounter fubding shortage, the company
can source out its fund requirement from the banks, e.g. Bank Central Asia,
OCBC-NISP and the Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.,
Jakarta. The banks as listed above have been supportive in providing the
financial needs of the company.
As per December 31, 2010, the ratio of liabilities to equity was recorded
at anumber of 30.25%, which improved from 37% in 2009. The same
improvement had also been shown by the ratio of liabilities to assets, which
was recorded at 23.23% in 2010 compared to 27.00% in 2009.
MANAGEMENT REVIEW AND ANALYSIS
ANALYSIS ON THE ABILITY OF DEBT SETTLEMENT
AND COLLECTABILITY OF ACCOUNT PAYABLE
DIVESTMENT, AQUISITION AND LOAN/CAPITAL
RESTRUCTURING
During the year 2010 , the Company had never failed to fulfill its payment
obligations.
The Company had always taken prudent and cautious approach to new
debt commitments, in order to avoid any negative impacts to its operation
in terms of finance.
On the account receivables side, we can report 100% collectability.
As per December 31, 2010 the followings were recorded:
t %PVCUGVMEFCUSFTFSWFPG3QNJMMJPOJTEFFNFEUPCFTVóDJFOUUP
DPWFSOPODPMMFDUJCMFBDDPVOUSFDFJWBCMFT
t /PBDDPVOUSFDFJWBCMFGSPNBóMJBUFEQBSUJFT
There were no divestment, aquisition nor
activities in the year 2010.
CAPITAL EXPENDITURE
There is neither information nor material fact that can be reported.
During the year 2010, the company had expent capital of Rp. 2.98 billion
for investment in production facility upgrade, IT system upgrade and other
office equipments.
DIVIDEND POLICY
loan/capital restructuring
MATERIAL TRANSACTIONS AND CONFLICT OF
INTEREST
In the year 2010 there were no material transactions nor conflict of interest
executed by the company.
INFORMATION AND MATERIAL FACT AFTER THE
DATE OF FINANCIAL REPORT
During the financial year 2010 the company did not distribute dividend.
The profit generated in this year was accumulated as retained earning
for the purpose of funding the investments of production facility upgrade
and GMP program, which is continual year by year as introduced by the
goverment, by Badan POM (BPOM) in particular.
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
47
48
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
CORPORATE GOVERNANCE
The Board of Directors of the Company consists of three Directors as
members and one of them is an unaffiliated Director, which is the Marketing
Director. The President Director is the lead executive and jointly with
other Executive members, he is responsible for the entire operation of the
Company – in accordance with the business strategies and in line with the
$PNQBOZT7JTJPOBOE.JTTJPO5IF#PBSEPG%JSFDUPSTJTPCMJHFEUPDPOTVMU
the Board of Commissioners of the Company prior to decision making that
is influential to the Company operation, such as to incur debts, to sell assets
and to pay dividend and bonuses– just to name a few.
The Marketing Director of the Company is respossible for the product sales
and the monitoring of its execution and progress. On the other hand, he
also has the duty to meet the sales target within the promotional budget
set by the Board of Directors, especially in the ethical market segment.
Additionally, the Director of Marketing also has the duty in the products
management and market study that includes giving the Research and
Development division the inputs and other necessary information for the
development of new and prospective products.
The President Director also holds the Production Director position as
double functions. In the day-to-day operation, a Deputy Director in charge
of the production activities assists the President Director. The main duty of
the Production Director is to provide high quality products within the time
frame as required by the sales team.
The Finance and Administration Director is responsible for other supporting
departments, which comprise Personnel, Finance, Accounting, IT, General
affairs and Procurement. This position is very strategical because if there is
jeopardy in any sub position of this directorate, it will affect the Company
operation as a whole.
The Board of Directors conducts a regular meeting, quarterly in general.
In the elapsed year 2008, the Board of Directors meeting was held 4 times.
Minutes of meeting is produced in writing to provide the Executive members
with the guidance necessary for their day-to-day exe-cution of duties.
company as commonly practiced in similar industry.
In line with the Good Corporate Governance, practice (GCG) it is necessary
that the Board of Commissioners should have Independent Commissioners
as member to ensure the successful implementation of GCG.
The Independent Commissioners represents 33% composition in the Board
of Commissioners membership. In the execution of its duties, the board of
commissioners is supported by the audit committee with its 3 members.
Independent commissioner acts as the head of the audit committee, while
the two other members assist her.
GOOD CORPORATE GOVERNANCE
Good Corporate Governance or commonly abbreviated as GCG is a
process and structure to be used by any corporation to get added value
and sustainability in long term in order to protect the interests of the
Shareholders and other Stakeholders on the basis of the laws, regulations
and norms applicable.
Every company should be assertive in the implementation of GCG in all
business aspects and at all levels of the organization.
THE BUSINESS VALUE OF GOOD CORPORATE
GOVERNANCE (GCG) :
1.
2.
3.
4.
5.
Transparency
Accountability
Responsibiity
Independency
Fairness
BASIC PRINCIPLES AND GUIDELINES OF GCG
IMPLEMENTATION:
5SBOTQBSFODZ
Beside the Board of Directors as the Executive Board, the Board of
Commissioners is the Supervisory Board of the Company presence of
which is substantial in the Company’s management structure. The Board
of Commissioners is composed of 3 members: a President Commissioner,
a Commissioner and an Independent Commissioner. In the Company
management, the Board of Commissioner has the duties to supervise
the Board of Directors in making strategical decisions that have to be in
MJOF XJUI UIF 7JTJPO BOE .JTTJPO PG UIF $PNQBOZ BT BMTP UP DPOGPSN UP
the Government regulations. Prior to decision-makings, the Board of
Commissioner has its duty to give consultative advice and approval to the
Board of Directors, which is chaired by a President Director. This consultative
advice and approval for money borrowing, Company’s asset selling,
dividend, and bonus distributing are an absolute requirement. Besides, the
Board of Commissioner is empowered to elect and to terminate Board of
Directors members, as well as to select and to elect its own members.
The Board of Commissioner is responsible to the majority shareholders
as also to the minority shareholders. Remuneration for the Board of
Commissioners members is negotiated and fixed with the relevant
Commissioners by the majority shareholders, acting on behalf of the
Principle:
The company should maintain its objectivity in its business
undertakings and provide material and relevant information’s in such
a way that they are easily accessible to its Shareholders, Creditors
and its Stakeholders. The information’s should not only those, which
are provided in accordance with the laws and regulations, but also
information’s, in which the company discloses other important
business issues for the Shareholders’, Creditors’ and Stakeholders’
decision making.
Implementation guidelines:
1. The company should provide the information’s in timely manner,
relevant, proportional, accurate and comparable, as well as easily
BDDFTTJCMFUPBMM4UBLFIPMEFSTBDDPSEJOHUPUIFJSSJHIUT
2. The information’s should include vision, mission, business plans
and strategies, financial condition, organization structure, and
remunerations of Board members incl. Majority Shareholders.
The same should also apply to share holdings by Executive and
Commissioners Board members in the company, as well as in other
company(ies).
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
49
CORPORATE GOVERNANCE
Risk management system, internal audit system, GCG
implementation and its compliance level as also remarkable
happenings that are influential to the company’s operation should
BMTPCFJODMVEFE
3. The transparency should, in no event, be contradictory to the
secrecy policy as set by the laws and regulations, job secrecy and
QSPQSJFUBSZSJHIUT
4. Company policies should be made in written form and released
proportionally to all Stakeholders.
Implementation guidelines:
1. Each part of company organization structure in any case
should avoid being predominant to other parts of the company
organization structure and free of conflicts of interests or pressure.
*OTPEPJOHEFDJTJPOTDBOCFUBLFOPCKFDUJWFMZ
2. Each of the part of the organization structure should be responsible
for its activities and achievement and should not shift its
responsibilities to other part(s) of the organization structure.
'BJSOFTT
"DDPVOUBCJMJUZ
Principle:
The company should be responsible for its performance transparently
and appropriately. For this purpose, the company should be well
managed, measureable and the company should always protect its
Stakeholders interests.
Implementation guidelines:
1. The company should define detailed job description and
responsibilities of all departments and all employees in accordance
XJUIUIFWJTJPONJTTJPODPSQPSBUFWBMVFTBOEDPNQBOZTTUSBUFHJFT
2. The company should ensure that all employees have their adequate
competencies in conjunction with their individual assignments and
UIFJSSPMFTXJUIJOUIFDPNQBOZPSHBOJ[BUJPO
3. The company should ensure the existence of an effective internal
control system. Operating system and control should also be
FTUBCMJTIFE
4. The company’s performance should be measurable and comparable
to its business targets at all level, in all divisions, departments and
sections. In order to have the optimal contributions of all employees,
UIFDPNQBOZTIPVMEFTUBCMJTIBSFXBSEBOEQVOJTINFOUTZTUFN
5. In their job executions, all employees should comply with the
applicable code of conducts.
3FTQPOTJCJMJUZ
Principle:
All laws and regulations should be strictly followed and the company,
should implement corporate social responsibility which are essential
for the company to have a long-term sustainability and recognition as
a good corporate citizen.
Implementation and guidelines:
1. Prudence, strict compliance to the laws and regulations should
be maintained at all times and in all undertakings, the company
TIPVMEBEIFSFJUTFMGUPUIFDPNQBOZTBSUJDMFPGBTTPDJBUJPO
2. The company should implement corporate social responsibility
to the people living in the company’s surrounding and keep the
environment sound and healthy.
*OEFQFOEFODZ
Principle:
In order to ensure the proper implementation of GCG principles the
company should be independently managed and each of the part of
the organization structure should not be predominant to one another.
Interference by other party whether from inside or outside of the
company should be prevented.
50
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
Principle:
The company should at all times protect the interests of its Shareholders
and Stakeholders based on equality and fairness.
Implementation guidelines:
1. The company should be accommodative to its Stakeholders for their
feedback and suggestions for the good sake of the company and
provide them with information’s access following the transparency
QSJODJQMF
2. The company should treat its Stakeholders equally in proportion to
UIFJSDPOUSJCVUJPOTUPUIFDPNQBOZ
3. In terms of employee recruitment, the company should give equal
chance. The same treatment should be given in their jobs and career
development, free of discrimination concerning their race, religion,
social class, gender and physical condition.
In the implementation of GCG principles, the following bodies play a very
important role:
(FOFSBM"TTFNCMZPG4IBSFIPMEFST
2. The Board of Commissioners for its supervisory and advising
function, which in terms of the implementation of GCG principles is
assisted by:
"VEJU$PNNJUUFF
2.2 Other Committees.
2.3. The Board of Directors in its Executive function.
The function of Audit Committee is to give the Board of
Commissioners professional and independent information’s,
ensuring the transparent and accountable financial operation and
other GCG principles implementation.
Factors of GCG principles implementation failure commonly occur in large
sized companies:
8FBLJOUFSOBMDPOUSPMNFDIBOJTN
$POøJDUPGJOUFSFTUT
3. Interference by Majority Shareholders in decision making by the
#PBSEPG%JSFDUPST
*OFòFDUJWFTVQFSWJTPSZGVODUJPOPGUIF#PBSEPG$PNNJTTJPOFST
/POUSBOTQBSFOUDPNQBOZNBOBHFNFOU
*HOPSBODFUP4UBLFIPMEFSTJOUFSFTUT
7. Suspicion to the independency of Auditors.
GCG demands the implementation of the 5 GCG principles with the full
support of the Board of Commissioners and the Board of Directors.
CORPORATE GOVERNANCE
As already mentioned aerlier, the Board of Commissioners in the
implementation of GCG is assisted by:
(A) AUDIT COMMITTEE AND INTERNAL AUDITOR
The presence of Audit Committee is justified and preconditioned by
GCG implementation, specifically to strengthen the Boards in terms of
accountability to the shareholders and the stakeholders. The accountability
as such is reflected in the reliable and trustworthy financial statement.
In respect of which, GCG is the fundamental to the presence of the Audit
Committee and, at the same time, is the reference in the organization
structure and work process formation.
GCG implementation, risk management, Internal control and Auditing are
the focus of the Audit Committee. Audit Committee, in connection with its
function, reports to the Board of Commissioners and shareholders.
As far as PT. Pyridam Farma, Tbk. is concerned, the legal documents to be
referred to are:
t 5IF %FDSFF PG UIF )FBE PG $BQJUBM *OWFTUNFOU #PBSE /P ,FQ
1.
t 5IF %FDSFF PG UIF #0% PG +BLBSUB 4UPDL &YDIBOHF /P ,FQ BEJ07/2004.
+PCEFTDSJQUJPOPG"VEJU$PNNJUUFF
1. Auditing the financial information to be released by the Company to
any third party that comprises financial statement, projection and
PUIFSöOBODJBMJOGPSNBUJPO
*OWFTUJHBUJOH1VCMJD"DDPVOUBOUT*OEFQFOEFODFBOEPCKFDUJWJUZ
"TTVSJOHUIFFòFDUJWFMZPGUIF*OUFSOBMDPOUSPMPGUIF$PNQBOZ
4. Analyzing the compliance level of the Company toward the regulations
applicable to capital market and other Government regulations related
UPUIF$PNQBOZBDUJWJUJFT
5. Assuring that there are no erroneous decisions made by the Board of
Directors including the implementation, either on its own or by an
independent party appointed by the Audit Committee on the expense
PGUIF$PNQBOZ
6. To submit the result of any investigation carried out to all Board of
Commissioners members two (2) days after the completion of the
JOWFTUJHBUJPOSFQPSU
7. Submit the report of its activities to the Board of Commissioners at
least every quarter.
"VEJU$PNNJUUFFPSHBOJ[BUJPOTUSVDUVSF
t )FBE
-JBOOZ4VSBKBXIPBMTPIPMET*OEFQFOEFOU
Commissioner Position.
t .FNCFST %PNJOJRVF3B[BöOESBNCJOJOB
2. Ridwan Aksama
Audit Committee activities in 2010 can be summarized as follows:
t &OTVSJOH UIF DPNQMJBODF XJUI UIF DVSSFOU SFHVMBUJPOT CFDPNJOH
FòFDUJWFJO
t 4VQFSWJTJPO PO UIF BVEJU QSPHSBNT PG UIF *OUFSOBM BOE &YUFSOBM
"VEJUPSTXJUIUIFJOUFOUJPOUPNBLFUIFJSBVEJUJOHNPSFFòFDUJWF
t 5IPSPVHI EJTDVTTJPO XJUI &YUFSOBM "VEJUPS CFGPSF UIF BVEJU QSPDFTT
XBTTUBSUFE
t 3FWJFXPOUIFöOBODJBMSFQPSUQSFQBSFECZUIF&YUFSOBM"VEJUPSQSJPS
to publication.
According to studies and observations, the factors causing the failure in
company operations in Indonesia and also overseas among others are:
t 1PUFOUJBMGSJDUJPOPSDMBTIEVFUPDPOøJDUPGJOUFSFTU
t *OUFSWFOUJPOCZUIFNBKPSTIBSFIPMEFST
t *OFòFDUJWFOFTTPG#PBSEPG$PNNJTTJPOFSTTVQFSWJTPSZGVODUJPO
t /POUSBOTQBSFOUDPNQBOZPQFSBUJPO
t /FHMJHFODFUPTUBLFIPMEFSTJOUFSFTU
t 4LFQUJDBMWJFXUP"VEJUPSTJOEFQFOEFODZ
By considering the earlier mentioned negative factors, it is strongly
advisable to every public-listed company to focus on its Internal Audit and
Audit Committee to make its Internal control more effective.
Internal control is the foundation for healthy and successful companies.
Most of the companies recently rely on the role of Internal Auditors in
developing and ensuring the effectiveness of their Internal control function
that makes the Internal control a benefit contributor to the company. In
other words expressed, an added-value contributor.
Audit Committee and Internal control share similarity in their functions.
Basically, both have the controlling function. In terms of authority and
channel of responsibility, they are different from one another.
Audit Committee, which has been regulated by the Stock Exchange
Authority, is elected by and responsible to the Board of Commissioners
with the assisting duty to the Commissioners (Bapepam regulation No.
IX.1.5.). Audit Committee, in the execution of its duty, shall focus on the
implementation of Good Corporate Governance (GCG). As such, the Audit
Committee shall report the result of their entire activities to the Board of
Commissioners and the shareholders.
*OUFSOBM"VEJU6OJUJTFMFDUFECZBOESFTQPOTJCMFUPUIF1SFTJEFOU%JSFDUPS
and is compulsory for public-listed companies as per Bapepam regulation
/P7**(*OUFSOBM"VEJUJTFYQFDUFEUPNBYJNBMMZQMBZJUTSPMFJOHJWJOH
assistance to the Board of Directors of public-listed companies in executing
their duty related to the Internal control, risk management and GCG.
"VEJU$PNNJUUFFBDUJWJUJFTJO
Audit Committee had conducted 3 meetings during the year 2010. All
meetings had been attended by all Audit Committee members. By exclusion
of Audit Committee members in the meetings it conducted, the presence
level of Audit Committee members was 40%.
*OUFSOBM"VEJUPSHBOJ[BUJPOTUSVDUVSFVOEFS4ZTUFN
1SPDFEVSF$POUSPMBOE-FHBM
t )FBE
4UFWFO""4FUJBXBOXIPBMTPIPMETQPTJUJPOPGUIF
head of System, Procedure and Control and Legal
department, as well as member of the Risk Management.
t .FNCFST &NJM4VTBOUP
2. Robertus Doni Irawan
Audit Committee and Intenal Audit have to co-operate closely and
communicate directly, which form the inter-relation between the them.
Furthermore, during the analysis by the Audit Committee on the audit result
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
51
CORPORATE GOVERNANCE
obtained by Internal Auditors, interval meetings should be conducted. The
Audit Committee always works closely together with Internal Auditors in
the execution of its function and authority.
(B) NOMINATION AND REMUNERATION
COMMITTEE
Nomination Committee together with the Board Commissioner sets up the
system and policy to elect members of the Commissioners and Directors.
Currently, the duties of both Committees, e.g. the Nomination and the
Remuneration can still be handled by the Commissioners. In due course,
PT. Pyridam Farma, Tbk. will complement its organization structure with
Nomination and Remuneration Committees at the time deemed to be right
and mature for this matter.
(C) CORPORATE SECRETARY
The Corporate Secretary has the role to bridge the Company and the
external parties, such as Stakeholders and Shareholders. In the financial
year of 2010, the position of the Corporate Secretary was held by Mr. Ryan
Arvin with the following biographical data:
t *OEPOFTJBODJUJ[FO
t #PSOJO#BOEVOHJO
t (SBEVBUFE GSPN $BUIPMJD 6OJWFSTJUZ 1BSBIZBOHBO JO JO UIF
GBDVMUZPG&DPOPNJDTNBKPSJOHJO.BOBHFNFOU
t )FTUBSUFEIJTDBSFFSXIFOIFXPSLFEGPS154BOCF'BSNBGSPN
UP'SPNUPIFXPSLFEGPS154PIP*OEVTUSJ1IBSNBTJ
t 4JODF +BOVBSZ IF KPJOFE 15 1ZSJEBN 'BSNB 5CL IPMEJOH UIF
position of Finance Manager.
Tanubrata Sutanto Fahmi dan Rekan
Prudential Tower, 17th Fl.
+M+FOE4VEJSNBO,BW
Jakarta 12910 - Indonesia
1VCMJD"DDPVOUBOU
4IBSFT"ENJOJTUSBUJPO#VSFBV PT. Sinartama Gunita
Plaza BII Menara 3, 12th Fl.
Jl. MH. Thamrin No. 51
Jakarta 10350
$PNQBOZ)FBE0óDF
+M,FNBOEPSBO7***/P+BLBSUB
Telp. (62-21) 53690112 (hunting) 5307551 - 52 Fax. (62-21) 5329049
E-mail : info@pyridam.com
Website : www.pyridam.com
4IBSFIPMEJOH$PNQPTJUJPO
Shareholding Composition as per December 31, 2010:
Shareholders
PT. Pyridam Internasional
Number of
Shares
In
%
Stock Value
(Rp)
288,119,974
53.85
28,811,997,400.00
Ir. Sarkri Kosasih
61,740,000
11.54
6,174,000,000.00
Rani Tjandra
61,740,000
11.54
6,174,000,000.00
123,480,026
23.07
12,348,002,600.00
Public (each below 5%)
Company Stocks Trading Data Period 2010
The duties of Corporate Secretary are among others:
1. Monitoring the progress and changes of regulations in the stock
NBSLFU
2. Providing Shareholders, Stakeholders and relevant Goverment bodies
XJUIJOGPSNBUJPOTDPODFSOJOHUIF$PNQBOZöOBODJBMDPOEJUJPO
3. Giving information’s to the Board of Directors with the aim to comply
XJUIUIF4UPDL&YDIBOHFMBXTBOESFHVMBUJPOT
4. As contact person for the Stock Exchange regulators.
Price
Quarter
I
II
III
IV
Highest
(Rp)
Lowest
(Rp)
Closing
(Rp)
135
127
159
182
93
82
101
121
114
105
130
127
Volume
(Unit)
389.848.000
182.642.000
344.824.500
1.745.917.000
Source : Indonesian Stock Exchange monthly report
(D) COMPANY INFORMATION
$PNQBOZ/BNF
PT. Pyridam Farma Tbk.
Company Stocks Trading Data Period 2009
#PBSEPG$PNNJTTJPOFST
1SFTJEFOU$PNNJTTJPOFS
Commissioner
Independent Commissioner
#PBSEPG%JSFDUPST
President Director
%JSFDUPS
52
Price
*S4BSLSJ,PTBTJI
: Rani Tjandra
: Lianny Suraja
: M. Handoko Boedi Soetrisno
*OESBXBUJ,PTBTJI
Andreas Herman Oslan
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
Quarter
I
II
III
IV
Highest
(Rp)
Lowest
(Rp)
Closing
(Rp)
80
135
176
130
50
52
96
91
54
96
110
110
Source : Indonesian Stock Exchange monthly report
Volume
(Unit)
51.914.500
163.488.000
538.659.000
152.402.000
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
53
PERSETUJUAN ATAS LAPORAN TAHUNAN 2010
AGREEMENT ON ANNUAL REPORT 2010
Kami yang bertanda tangan di bawah ini atas nama manajemen Perseroan
menyatakan persetujuan atas Laporan Tahunan 2010 ini.
We, the undersigned for and on behalf of the management
ŚĞƌĞďLJĐŽŶĮƌŵĂŶĚĞŶĚŽƌƐĞƚŚŝƐĂŶŶƵĂůƌĞƉŽƌƚϮϬϭϬ͘
Dewan Komisaris
#PBSEPG$PNNJTTJPOFST
Ir. Sarkri Kosasih
Komisaris Utama
President Commissioner
Rani Tjandra
Komisaris
Commissioner
Lianny Suraja
Komisaris Independen
Independent Commissioner
Direksi
Board of Director
Michael Handoko Boedi Soetrisno
Direktur Utama
President Director
Indrawati Kosasih
Direktur
Director
54
Annual Report 2010 - PT. Pyridam Farma Tbk.
Andreas Herman Oslan
Direktur
Director
Download